Internasional
Viral! Miss Grand Myanmar 2024 Tantrum Saat Gagal jadi Juara Miss Grand International
Setelah insiden di panggung, organisasi Miss Grand International mencabut gelar runner-up kedua Thae Su Nyein.
MPN Indonesia 29 Oktober 2024 - Ajang Miss Grand International 2024 resmi berakhir pada Jumat, (25/10), dengan grand final yang berlangsung di MGI Hall, Bangkok, Thailand.
Acara ini mempertemukan 69 finalis dari berbagai negara yang bersaing memperebutkan mahkota bergengsi.
Rachel Gupta dari India keluar sebagai pemenang utama, sedangkan CJ Opiaza dari Filipina meraih posisi runner-up pertama.
Namun, perhatian terbesar justru tertuju pada insiden yang melibatkan Thae Su Nyein, perwakilan dari Myanmar, yang hanya menduduki posisi runner-up kedua.
Thae Su Nyein dan Insiden di Panggung
Dalam peristiwa ini, Thae Su Nyein tampak kecewa saat diumumkan sebagai runner-up kedua.
Di atas panggung, ia terlihat menangis dan memerlukan bantuan beberapa orang untuk menenangkannya.
Reaksi emosional ini dengan cepat viral di media sosial, dengan banyak warganet menyebutnya sebagai bentuk ketidakpuasan atas kekalahannya.
Kontroversi memuncak ketika Htoo Ant Lwin, Direktur Nasional Myanmar, mengejutkan penonton dengan mencopot mahkota dan selempang runner-up kedua dari Thae Su Nyein secara langsung di atas panggung.
Tindakan ini menarik perhatian luas dan memaksa organisasi Miss Grand International untuk mengambil tindakan tegas.
Mereka segera memutuskan kontrak dengan Htoo Ant Lwin dan memberlakukan larangan seumur hidup kepadanya, menyebut tindakannya sebagai pelanggaran nilai-nilai sportivitas dan ketidakprofesionalan dalam konteks bisnis.
Tuduhan Jual-Beli Mahkota dan Bantahan Pihak MGI
Setelah insiden di panggung, Direktur Nasional Myanmar menuduh Nawat Itsaragrisil, Presiden Miss Grand International, terlibat dalam upaya menjual mahkota seharga 25 ribu USD (sekitar Rp393 juta).
Tuduhan ini semakin memperkeruh hubungan antara pihak Myanmar dan Miss Grand International.
Namun, dalam konferensi pers di Bangkok, Nawat Itsaragrisil dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
Ia menyebut klaim jual-beli mahkota itu tidak berdasar dan menyatakan bahwa tuduhan tersebut hanyalah lelucon yang tidak seharusnya dianggap serius.
Ia juga menekankan bahwa statusnya sebagai salah satu orang terkaya di industri hiburan Thailand membuat tuduhan tersebut tidak masuk akal.
Dalam sebuah siaran langsung di media sosial, Thae Su Nyein mengumumkan bahwa ia menolak gelar runner-up kedua.
Ia menegaskan bahwa tujuan utamanya mengikuti kompetisi ini adalah untuk memenangkan gelar utama, bukan posisi runner-up.
“Saya tidak menginginkan posisi runner-up kedua, saya datang untuk menjadi juara dan pantas mendapatkan posisi yang lebih tinggi,” ujar Thae Su Nyein.
Selain itu, ia juga mempertanyakan mengapa dirinya tidak memenangkan penghargaan lain, seperti suara terpopuler atau kostum nasional terbaik, yang menurutnya layak ia dapatkan.
Tanggapan Nawat Itsaragrisil dan Pencabutan Gelar
Sebagai tanggapan atas pernyataan Thae Su Nyein, Nawat Itsaragrisil memberikan respons tegas.
Dalam sebuah konferensi pers di Bangkok, ia menyarankan bahwa jika Thae Su Nyein ingin selalu menjadi juara, sebaiknya ia membuat kontes kecantikannya sendiri agar bisa memenangkan setiap gelar.
Pernyataan ini semakin memperlihatkan ketegangan antara pihak Myanmar dan organisasi Miss Grand International.
Akhirnya, organisasi Miss Grand International mengambil langkah lebih lanjut dengan resmi mencabut gelar runner-up kedua dari Thae Su Nyein.
Pengumuman ini disampaikan melalui akun Instagram resmi @missgrandinternational pada Selasa, (28/10).
Dalam pernyataan resminya, Miss Grand International menyebutkan bahwa keputusan tersebut diambil akibat perilaku tidak pantas dan pelanggaran beberapa aturan yang dilakukan oleh Thae Su Nyein.
“PENGUMUMAN RESMI, organisasi Miss Grand International memutuskan untuk mencabut gelar runner-up kedua dari Miss Grand Myanmar Thae Su Nyein karena perilaku tidak pantas dan pelanggaran beberapa aturan. Pengumuman ini dibuat sebagai informasi,” demikian pernyataan yang tertulis dalam pengumuman tersebut.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
