Connect with us

Internasional

Kilang Minyak Raksasa Arab Saudi Dihentikan Sementara Imbas Serangan Drone

Operasi kilang minyak Ras Tanura milik Saudi Aramco di Arab Saudi dihentikan sementara setelah fasilitas tersebut menjadi target serangan drone.

Logompn

Published

on

Kilang Minyak Raksasa Milik Arab Saudi Dihentikan Sementara Imbas Serangan Drone
Ilustrasi. Kilang Minyak Raksasa Arab Saudi Dihentikan Sementara Imbas Serangan Drone | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 3 Maret 2026 - Operasi kilang minyak Ras Tanura milik Saudi Aramco di Arab Saudi dihentikan sementara setelah menjadi target serangan drone yang diduga diluncurkan oleh Iran, Senin (3/3).

Kilang tersebut merupakan salah satu pusat pengolahan minyak terbesar di dunia dengan kapasitas hingga 550.000 barel per hari.

Menurut laporan Bloomberg, kebakaran sempat terjadi di area kilang namun berhasil dikendalikan.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan dua drone berhasil dicegat saat mencoba menyerang kilang Ras Tanura.

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah menyusul operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak Sabtu (28/2).

Iran membalas dengan meluncurkan ratusan rudal dan drone ke berbagai negara di Teluk.

Ras Tanura Pegang Peran Penting dalam Rantai Pasokan Energi Global

Ras Tanura memiliki peran strategis dalam rantai pasokan energi global. Fasilitas ini berfungsi sebagai terminal ekspor penting bagi minyak mentah Saudi.

Dikutip MPN Indonesia dari India Tv News, kilang minyak itu dilengkapi dengan tangki penyimpanan, pelabuhan, dan jaringan pipa besar yang mengalirkan minyak ke pasar dunia.

Oleh sebab itu, penutupan operasional di kilang ini menimbulkan kekhawatiran pasar akan potensi terganggunya stabilitas pasokan minyak global.

Kantor berita negara Saudi SPA mengutip seorang pejabat anonim dari Kementerian Energi, menyatakan bahwa penutupan ini tidak berdampak pada pasokan minyak dan produk turunannya ke pasar domestik.

Konflik Iran vs AS-Israel

Serangan ke kilang Ras Tanura terjadi di tengah eskalasi konflik internasional yang lebih luas.

Konflik dipicu oleh serangan udara AS dan Israel terhadap Iran, termasuk yang dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat senior Iran dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Baca Juga:  Tolak Usulan Trump, Italia Enggan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan drone dan rudal ke negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi dan Israel.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa Iran tidak akan membuka perundingan dengan Amerika Serikat.

“Kami tidak akan bernegosiasi dengan AS,” ujarnya dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X.

Pernyataan ini menanggapi laporan bahwa Iran disebut-sebut mencoba membuka jalur negosiasi melalui Oman.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending