Connect with us

Politik

Dua Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Bahlil Pastikan Kondisinya Aman

Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) dilaporkan terjebak di Selat Hormuz.

Logompn

Published

on

Dua Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Bahlil Pastikan Kondisinya Aman
Ilustrasi. Dua Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Bahlil Pastikan Kondisinya Aman | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 5 Maret 2026 - Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) dilaporkan terjebak di Selat Hormuz.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah sedang menempuh jalur diplomasi agar kapal-kapal tersebut dapat segera keluar.

“Kami lagi upaya diplomasi agar ada cara yang lebih baik untuk mereka bisa dikeluarkan,” kata Bahlil Lahadalia saat konferensi pers di kantornya, Selasa (3/3).

RI Siapkan Alternatif Lain

Kapal-kapal tersebut mengangkut minyak mentah dan terjebak akibat penutupan jalur Selat Hormuz oleh Iran sebagai respons atas serangan Amerika-Israel ke Teheran pada Sabtu (28/2).

Apabila skenario terburuk terjadi dan kedua kapal tidak bisa dikeluarkan, pemerintah telah menyiapkan alternatif pasokan minyak mentah dari negara lain yang jalur pengirimannya tidak melalui Selat Hormuz.

“Andaikan pun itu tidak dikeluarkan, kita sudah cari alternatif untuk mencari sumber crude dari yang lain dan sudah dapat,” kata Bahlil.

“Jadi saya pikir itu tidak menjadi sesuatu problem, bukan sesuatu masalah yang sangat penting,” sambungnya.

Bakal Alihkan Impor ke AS

Sebagai langkah mitigasi atas konflik yang terus memanas di Timur Tengah, pemerintah berencana mengalihkan seluruh impor minyak mentah dari wilayah tersebut ke Amerika Serikat.

Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Saat ini, sekitar 25 persen total impor minyak mentah Indonesia berasal dari Timur Tengah.

“25 persen dari total crude yang kita pesan dari Middle East itu akan dialihkan (ke AS),” kata Bahlil.

Pengalihan ini sekaligus menjadi bagian dari perjanjian dagang Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan AS, di mana RI berkomitmen membeli produk energi senilai USD15 miliar atau sekitar Rp253 triliun.

Baca Juga:  Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Ini Dampak Terbesarnya bagi Dunia!

(AKM/NID/RAD)

Trending