Connect with us

Berita

Hati-Hati! Polisi Beberkan Jam Paling Rawan Kecelakaan

Kapolri ungkap jam rawan kecelakaan saat mudik Lebaran 2026 dan langkah rekayasa lalu lintas Polri.

Logompn

Published

on

Hati Hati! Polisi Beberkan Jam Paling Rawan Kecelakaan
Hati-Hati! Polisi Beberkan Jam Paling Rawan Kecelakaan. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 5 Maret 2026 - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap jam paling rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas selama masa arus mudik Lebaran 2026.

Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta Selatan, pada Senin, (2/3).

Merujuk hasil analisis dan evaluasi Operasi Ketupat 2025, Kapolri menyebut pukul 09.00 hingga 12.00 sebagai periode paling rawan, dengan jumlah kecelakaan tertinggi sebanyak 532 kasus.

“Namun kalau kita lihat masih ada jam-jam rawan yang harus kita antisipasi agar jumlah laka ini bisa berkurang. Jam tertinggi ada di jam 09.00–12.00, ada 532 kecelakaan,” jelas Listyo, dalam keterangannya.

Selain waktu tersebut, polisi juga mencatat rentang pukul 21.00 hingga 00.00 sebagai jam rawan kecelakaan lainnya, berdasarkan data arus mudik tahun sebelumnya.

Penyebab utama terjadinya kecelakaan adalah gagal menjaga jarak aman, dengan total 1.156 kasus, disusul kelalaian terhadap lalu lintas dari arah depan, kondisi mengantuk, serta pemaksaan untuk tetap berkendara meski dalam kondisi lelah.

Evaluasi Data Kecelakaan dan Faktor Penyebabnya

Kapolri menyampaikan bahwa meskipun terdapat penurunan angka kecelakaan, tetap diperlukan kewaspadaan terhadap waktu-waktu rawan.

Berdasarkan hasil evaluasi Operasi Ketupat 2025, angka kecelakaan lalu lintas menurun sebesar 31,43 persen, korban meninggal menurun 53,24 persen, luka berat menurun 7,19 persen, dan luka ringan turun 27,85 persen.

Meski demikian, Sigit menyoroti faktor-faktor penyebab utama kecelakaan yang masih mendominasi, yaitu:

  • Gagal menjaga jarak aman (1.156 kasus)
  • Kelalaian terhadap lalu lintas dari depan
  • Mengantuk saat berkendara
  • Pemaksaan mengemudi dalam kondisi lelah
Baca Juga:  Pesawat Jet F-4 Phantom Jatuh saat Pertunjukan di Yunani, Dua Pilot Tewas

“Jadi, ini mungkin juga disebabkan oleh faktor kecepatan yang bertambah. Namun di satu sisi juga kadang kala ada masyarakat yang sudah lelah, mengantuk, namun memaksakan sehingga terjadi kejadian laka,” kata Kapolri.

Ia juga menyebut peningkatan rata-rata kecepatan di Tol Trans Jawa sebagai faktor tambahan. Kecepatan rata-rata meningkat dari 76 km/jam pada 2024 menjadi 85 km/jam pada 2025 atau naik 12,44 persen.

Strategi Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas

Dalam Operasi Ketupat 2026, Polri menerapkan berbagai strategi rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan dan kecelakaan. Langkah-langkah yang diambil meliputi:

  • One way nasional dan lokal
  • Contraflow
  • Pengaturan di rest area
  • Pembatasan kendaraan sumbu tiga
  • Delaying system di wilayah penyeberangan
  • Pengalihan arus lalu lintas
  • Peniadaan tilang
  • Imbauan kepada masyarakat

Kesiapan Personel dan Fasilitas

Untuk menunjang kelancaran Operasi Ketupat 2026, Polri mengerahkan 161.243 personel gabungan, terdiri dari:

  • 89.229 anggota Polri
  • 72.015 personel dari TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan organisasi masyarakat

Selain itu, didirikan 2.746 posko di seluruh wilayah Indonesia, yang terdiri dari:

  • 1.624 Pos Pengamanan (Pos Pam)
  • 779 Pos Pelayanan (Pos Yan)
  • 343 Posko Terpadu

Prediksi Puncak Arus Mudik 2026

Kapolri menyebut puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi dalam dua gelombang.

Gelombang pertama diprediksi berlangsung pada 14 dan 15 Maret 2026. Kemudian, gelombang kedua pada 18 dan 19 Maret 2026, menyusul kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah pada 16–17 Maret.

Prediksi ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan dan data realisasi jumlah pemudik tahun 2025.

Mabes Polri juga menjadwalkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berlangsung selama dua pekan, yaitu pada Jumat, (13/3)–Rabu, (25/3).

Baca Juga:  Jelang Jakarta Running Festival 2026, Ini Rekayasa Lalu Lintas Selama 24–25 Oktober 2026

(AKM/NID/RAD)

Trending