Connect with us

Politik

Prabowo Perintahkan Bangun Storage Baru untuk Cadangan BBM Nasional

Cadangan BBM nasional 23 hari, pemerintah bangun fasilitas penyimpanan baru demi ketahanan energi Indonesia.

Logompn

Published

on

Prabowo Perintahkan Bangun Storage Baru untuk Cadangan BBM Nasional
Prabowo Perintahkan Bangun Storage Baru untuk Cadangan BBM Nasional. Gambar: Instagram/@presidenrepublikindonesia

MPN Indonesia 5 Maret 2026 - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembangunan fasilitas penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) baru guna meningkatkan cadangan energi nasional.

Arahan ini disampaikan dalam rapat terbatas bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (4/3).

Kebijakan pemerintah ini diambil untuk mengatasi keterbatasan kapasitas daya tampung BBM nasional yang saat ini hanya mampu menyimpan untuk kebutuhan maksimal 25 hari.

Menurut Bahlil, cadangan BBM nasional saat ini berada di angka 23 hari, yang berarti sudah melampaui standar minimal cadangan nasional yang umumnya berkisar antara 20 hingga 23 hari.

“Saya sampaikan bahwa kemampuan daya tampung BBM kita sudah sejak lama hanya maksimal di 25 hari, maksimal. Sehingga cadangan nasional kita itu minimal 20 sampai 23 hari. Sekarang BBM kita itu sudah 23 hari. Jadi sudah di atas standar minimal cadangan nasional yang sebagaimana lazimnya,” ujar Bahlil, dikutip MPN Indonesia melalui laman resmi Presiden RI pada Kamis, (5/3).

Terkait keterbatasan ini, Prabowo Subianto mengarahkan agar pembangunan storage segera direalisasikan.

“Makanya sekarang arahan Bapak Presiden segera kita membangun storage. Jadi bukan kita tidak punya cadangan untuk mengisi minyak. Tapi sekarang mau taruh di mana?” tegas Bahlil.

Penambahan Storage untuk Tingkatkan Ketahanan Energi

Pembangunan fasilitas penyimpanan BBM diproyeksikan akan meningkatkan ketahanan energi nasional, dengan target penyimpanan hingga tiga bulan.

Pemerintah sedang mengkaji sejumlah lokasi strategis sebagai alternatif tempat pembangunan storage, salah satunya di wilayah Sumatra.

“Kita rencana salah satu alternatif terbaiknya ada di wilayah Sumatra,” ungkap Bahlil.

Baca Juga:  Usai Diberlakukan Kembali, DPR Perlu Kaji Ulang Sistem Penjurusan di SMA

Langkah ini juga menjadi bagian dari kebijakan pemerintah dalam menjamin pasokan energi tetap tersedia di tengah potensi gangguan akibat konflik global.

Bahlil menyebut bahwa hingga saat ini pasokan energi nasional masih dalam kondisi aman.

“Kalau sampai dengan sekarang belum terganggu. Tapi ke depan kan pasti kalau perangnya lama pasti akan berdampak. Itu sudah pasti. Sampai dengan 1-2 bulan ke depan insyaallah kita masih clear. Insyaallah tidak ada masalah,” tuturnya.

Antisipasi Pasokan Energi Global

Selain pembangunan storage baru, pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah mitigasi untuk mengantisipasi gangguan pada jalur pasokan energi global.

Salah satunya adalah dengan melakukan diversifikasi sumber impor minyak mentah.

“Kalau menyangkut BBM yang kita impor kan tinggal bensin. Dan itu kita belinya di Asia Tenggara, tidak ada di Middle East. Jadi relatif insyaallah clear,” jelas Bahlil.

Ia juga menyatakan bahwa untuk LPG tidak terdapat kendala berarti.

“Jadi kalau menyangkut LPG nggak ada masalah. Jadi relative clear lah,” tambahnya.

Kebijakan pemerintah dalam memperkuat cadangan energi nasional melalui pembangunan storage baru merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas energi nasional.

Hal ini dianggap penting untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

Strategi ini juga merupakan bentuk antisipasi terhadap potensi fluktuasi suplai global yang dapat berdampak pada pasokan BBM domestik.

(AKM/NID/RAD)

Trending