Connect with us

Internasional

Lebih dari 1.000 Warga Iran Tewas karena Serangan Israel dan AS

Lebih dari 1.000 warga sipil Iran tewas akibat serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran.

Logompn

Published

on

Lebih dari 1.000 Warga Iran Tewas karena Serangan Israel dan AS
Lebih dari 1.000 Warga Iran Tewas karena Serangan Israel dan AS | Gambar: EPA/Abedin Taherkenareh

MPN Indonesia 6 Maret 2026 - Lebih dari 1.000 warga sipil Iran tewas akibat serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran.

Hal itu terjadi usai lima hari terakhir sejak dimulainya operasi militer Israel-AS pada Sabtu pagi (28/2).

Serangan ini menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan menyasar berbagai sasaran militer serta infrastruktur sipil di seluruh Iran.

Ratusan Anak jadi Korban

Data dari Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) menyebutkan bahwa total korban tewas mencapai 1.097 jiwa, termasuk 181 anak di bawah usia 10 tahun, dan lebih dari 5.000 orang terluka.

Serangan intensif tersebut terjadi di sejumlah wilayah utama di Iran seperti Teheran, Qom, Provinsi Isfahan, dan Iran barat.

Menurut kantor berita Tasnim, serangan juga merusak area perumahan dan fasilitas umum.

Dalam pernyataan resminya, Pasukan Pertahanan Israel mengonfirmasi bahwa mereka telah memulai “serangan skala besar yang menargetkan sasaran rezim teror Iran di Teheran”.

Infrastruktur Sipil Iran jadi Target AS-Israel

HRANA melaporkan bahwa berbagai lokasi sipil menjadi sasaran serangan udara antara tanggal 2–3 Maret, termasuk dua fasilitas medis dan satu area perumahan.

Fasilitas yang terdampak antara lain Rumah Sakit Shohada di Sarpol-e Zahab dan rumah sakit lapangan di Salas-e Babajani.

Serangan juga dilaporkan merusak bangunan dekat fasilitas nuklir di Isfahan, namun Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan tidak ada kerusakan pada instalasi yang menyimpan material nuklir dan tidak ada ancaman radiologis.

Salah satu tragedi terbesar terjadi di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, saat sebuah sekolah dasar putri, Shajareh Tayyebeh, dibom ketika para siswa berada di dalam kelas.

Baca Juga:  Bertemu Investor di AS, Purbaya Sampaikan Jangan Ragu Investasi di Indonesia

Dikutip MPN Indonesia dari Time, menurut Shiva Amelirad dari serikat guru di Iran, sedikitnya 108 anak tewas dalam serangan tersebut.

Komite PBB tentang Hak-Hak Anak menyatakan kekhawatiran mendalam atas insiden ini.

“Komite prihatin dengan laporan serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk sekolah dan rumah sakit, yang telah melukai dan membuat trauma anak-anak, serta merenggut banyak nyawa anak muda,” demikian bunyi pernyataan resmi PBB.

UNESCO juga mengecam peristiwa tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap perlindungan yang diberikan kepada sekolah berdasarkan hukum humaniter internasional.

Iran Luncurkan Serangan Balasan

Menanggapi serangan Israel dan AS, Iran melancarkan serangan balasan berupa rudal dan drone ke sejumlah pangkalan militer AS di wilayah Teluk serta ke wilayah sipil di Israel.

Serangan ini menewaskan sedikitnya 11 orang di Israel, tiga orang di Uni Emirat Arab, dan enam anggota militer AS.

Puing-puing dari rudal yang dicegat juga jatuh di beberapa area permukiman sipil.

Sekitar 100 Ribu Orang Mengungsi dari Iran

Serangan AS–Israel telah mengakibatkan gelombang pengungsian di Iran. Menurut PBB, antara 28 Februari hingga 1 Maret, sekitar 100.000 orang dilaporkan mengungsi dari Teheran akibat eskalasi konflik.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa serangan udara akan terus ditingkatkan.

“Para prajurit kita memiliki wewenang maksimal yang diberikan secara pribadi oleh presiden dan saya sendiri,” ujarnya.

“Ini tidak pernah dimaksudkan sebagai pertarungan yang adil. Dan ini bukan pertarungan yang adil. Kita menyerang mereka saat mereka sedang jatuh, dan memang seharusnya begitu,” sambungnya.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending