Connect with us

Politik

Bahlil Pastikan Stok BBM RI Aman, Warga Diminta Tak Perlu Panic Buying

Bahlil menjelaskan kapasitas penyimpanan BBM nasional memang 25 hari dan saat ini stok berada pada level aman.

Logompn

Published

on

Bahlil Pastikan Stok BBM RI Aman, Warga Diminta Tak Perlu Panic Buying
Bahlil Pastikan Stok BBM RI Aman, Warga Diminta Tak Perlu Panic Buying. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 7 Maret 2026 - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa stok BBM di Indonesia dalam kondisi aman, menyusul kekhawatiran masyarakat setelah pernyataannya mengenai stok BBM yang tersisa 20 hari akibat dampak konflik di Timur Tengah.

Klarifikasi ini disampaikan Bahlil saat ditemui di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, pada Jumat malam (6/3).

Bahlil menjelaskan, kapasitas penyimpanan BBM nasional memang sejak lama hanya mencapai 25 hari, dan saat ini ketersediaan BBM Indonesia berada pada posisi 23 hari, yang menurutnya masih dalam batas aman sesuai standar nasional.

Ia menekankan bahwa tidak ada alasan bagi masyarakat untuk melakukan panic buying, karena suplai BBM tetap lancar dan tidak terganggu.

“Nah, standar minimal ketersediaan kita itu untuk standar nasional minimal harus di atas 20 hari. Sekarang minyak kita 23 hari. Jadi itu artinya bahwa standar kepemilikan kita, minyak kita itu aman. Jadi enggak perlu ada panic (buying), enggak perlu. Supply lancar,” ujar Bahlil dalam keterangannya.

Penjelasan Kapasitas dan Sumber Suplai BBM

Bahlil menjelaskan bahwa sejak dahulu, kapasitas tempat penampungan BBM Indonesia hanya 25 hari, dan ini bukanlah hal baru.

Penyataan mengenai stok BBM 20 hari merujuk pada kapasitas simpan, bukan sisa pasokan yang akan habis.

“Kemampuan storage tempat penampung minyak kita sejak dahulu kala memang kapasitas tampungnya itu hanya 25 hari. Jadi tempat storage-nya itu hanya 25 hari. Dari dulu ini, bukan baru sekarang, dari dulu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bahlil menyatakan bahwa Indonesia tidak mengimpor BBM dari Timur Tengah, melainkan hanya minyak mentah yang proporsinya sebesar 20–25 persen dari total kebutuhan nasional.

Baca Juga:  Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini se-Indonesia, dari Pertalite hingga Pertamax

Namun, pemerintah telah melakukan diversifikasi sumber impor minyak mentah ke beberapa negara lain.

“Kami dengan Pertamina sudah switch dari Middle East kita ambil di Amerika, kemudian dari Nigeria, dan dari Brasil. Jadi tidak perlu ada panic buying,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa untuk bensin, Indonesia tidak mengimpornya dari Timur Tengah, Amerika, atau Afrika, melainkan dari negara tetangga.

“Impor bensin kita itu dari Singapura sama Malaysia, dan sebagian kita bangun industri kilang kita dalam negeri,” jelasnya.

Masyarakat Tak Perlu Terprovokasi

Selain itu, Bahlil mengungkapkan bahwa solar telah diproduksi penuh di dalam negeri, sehingga tidak bergantung pada pasokan luar negeri.

Ia menegaskan bahwa produksi BBM di Indonesia berjalan secara berkelanjutan, tidak menunggu pasokan habis.

“Jadi bukan berarti 20 hari itu baru diambil, nggak, produksi terus itu. Dia produksi terus, dia suplai terus,” katanya.

Menutup penjelasannya, Bahlil meminta masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi keliru yang menyebabkan kepanikan.

“Sekali lagi saya katakan aman. Jadi enggak perlu, jangan dengar ada provokasi-provokasi atau misinformasi yang keliru. Insya Allah aman. Pemerintah akan hadir bersama dengan rakyat jadi enggak perlu ada rasa suasana kebatinan yang tidak pas,” imbuhnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending