Connect with us

Politik

Bahlil: Pemerintah Negosiasi untuk Bebaskan 2 Kapal Tanker Pertamina yang Terjebak di Selat Hormuz

Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah menegosiasikan pembebasan dua kapal tanker PT Pertamina di Selat Hormuz.

Logompn

Published

on

Bahlil Pemerintah Negosiasi untuk Bebaskan 2 Kapal Tanker Pertamina yang Terjebak di Selat Hormuz
Bahlil Pemerintah Negosiasi untuk Bebaskan 2 Kapal Tanker Pertamina yang Terjebak di Selat Hormuz. Gambar: Instagram/@bahlillahadalia

MPN Indonesia 8 Maret 2026 - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa pemerintah sedang melakukan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang terjebak di Selat Hormuz.

Kedua kapal tersebut terdampak penutupan wilayah perairan oleh Iran, yang merupakan respons atas serangan dari Amerika Serikat dan Israel.

Bahlil menjelaskan bahwa saat ini kapal tersebut tengah bersandar di lokasi yang dianggap lebih aman sambil menunggu hasil negosiasi.

“Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk cari tempat yang lebih aman. Sambil kita melakukan negosiasi, komunikasi yang lebih baik agar kita cari solusinya,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (4/3).

Sebagai langkah antisipatif terhadap gangguan logistik di jalur strategis tersebut, pemerintah juga tengah mencari alternatif sumber pasokan minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), dan gas petroleum cair (LPG), termasuk dari Amerika Serikat.

Bahlil menambahkan, meskipun kondisi geopolitik saat ini tidak stabil, pemerintah memastikan bahwa pasokan energi nasional tetap aman.

“Geopolitik tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tetapi kesiapan pemerintah dalam mendesain, mempersiapkan semua alternatif untuk crude, BBM, dan LPG, insyaallah aman,” tegasnya.

Kapal Pertamina di Kawasan Timur Tengah

PT Pertamina International Shipping (PIS) melaporkan bahwa selain dua kapal tanker yang masih berada di area Selat Hormuz, terdapat empat kapal lain yang saat ini beroperasi di kawasan Timur Tengah. Empat kapal tersebut, yakni:

  • Kapal Gamsunoro, sedang dalam proses loading di Khor al Zubair, Irak;
  • Kapal Pertamina Pride, telah selesai loading dan kini berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi;
  • Kapal PIS Rinjani, sedang berlabuh di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab;
  • Kapal PIS Paragon, sedang melakukan discharge di Oman.
Baca Juga:  Iran Bantah Serang Bandara Azerbaijan

Dua kapal yang terjebak di dalam area Teluk dan masih menjadi perhatian utama adalah Pertamina Pride, yang dikelola oleh NYK Ship Management, dan Gamsunoro, yang saat ini berada di bawah pengelolaan Synergy Ship Management.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap aset dan kru kapal, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Ia juga menambahkan bahwa sekitar 19 persen dari total impor minyak mentah Pertamina berasal dari kawasan Timur Tengah dan melintasi Selat Hormuz.

“Kargo minyak mentah yang berasal dari Timur Tengah ada sekitar 19 persen, dan saat ini kami sudah melaksanakan proses distribusi melalui sistem reguler, alternatif, maupun emergensi. Jadi untuk ketahanan energi nasional, Pertamina telah menyampaikan sistem tersebut bisa memenuhi kebutuhan nasional,” jelas Baron, Rabu (4/3).

PIS juga terus memastikan keselamatan pekerja dan kru yang berada di kawasan tersebut.

Saat ini, kantor cabang PIS di Dubai, yakni PIS Middle East (PIS ME), tercatat memiliki 30 orang pekerja beserta keluarganya yang terus dipantau keamanannya.

(AKM/NID/RAD)

Trending