Connect with us

Lifestyle

Kapan Malam Lailatul Qadar 2026? Simak Penjelasan Waktunya!

Malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan lebih baik dari seribu bulan. Ketahui perkiraan waktunya di Ramadan.

Logompn

Published

on

Kapan Malam Lailatul Qadar 2026 Simak Penjelasan Waktunya!
Kapan Malam Lailatul Qadar 2026 Simak Penjelasan Waktunya! Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 9 Maret 2026 - Malam Lailatul Qadar diperkirakan terjadi pada rentang sepuluh malam terakhir bulan Ramadan 2026, yang dimulai sekitar tanggal 9–10 Maret.

Tidak ada kepastian mengenai tanggal spesifik malam ini, karena waktunya dirahasiakan oleh Allah SWT.

Namun, berdasarkan pendapat para ulama, malam Lailatul Qadar kemungkinan besar jatuh pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan, yaitu malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.

Dikutip MPN Indonesia melalui laman NU Lampung, Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan terdapat 45 pendapat mengenai waktu malam Lailatul Qadar.

Pendapat yang paling kuat (rajih) adalah bahwa malam ini terjadi pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadan.

Sabda Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah ra juga menjadi dasar utama:

 وعنها رضي الله عنها: أنَّ رسولَ اللهِ – صلى
الله عليه وسلم – قَالَ: «تَحَرَّوْا لَيْلَةَ القَدْرِ في الوَتْرِ مِنَ العَشْرِ الأوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ». رواه البخاري.

Artinya: Dari Aisyah ra pula, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Carilah Lailatul Qadar itu dalam malam ganjil dari sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan” (HR Bukhari).

Mayoritas ulama menyatakan bahwa malam ke-27 merupakan malam yang paling berpeluang besar.

Hal ini berdasarkan atsar dari Ubay bin Ka’ab yang mengatakan:

عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ: (وَاللَّهِ إِنِّي لأَعْلَمُهَا وَأَكْثَرُ عِلْمِي هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقِيَامِهَا، هِيَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ

Artinya: Dari Ubay bin Ka’ab,” Demi Allah, sungguh aku mengetahui malam (Lailatul Qadar) tersebut. Puncak ilmuku bahwa malam tersebut adalah malam yang Rasulullah saw memerintahkan kami untuk menegakkan shalat padanya, yaitu malam ke-27″ (HR. Muslim).

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang sangat besar karena nilainya lebih baik dari seribu bulan, atau setara dengan ibadah selama 83 tahun 4 bulan.

Baca Juga:  Fenomena Puasa Singkat di Murmansk Rusia, Hanya Berlangsung Sekitar Satu Jam

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Qadr ayat 1–5:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ، لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar; Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu?; Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan; Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan; Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.

Surah tersebut menjelaskan bahwa malam tersebut merupakan malam turunnya Al-Qur’an, malam turunnya para malaikat, malam penuh kesejahteraan, dan lebih utama dari seribu bulan.

Keutamaan lainnya juga terdapat dalam hadits riwayat Al-Bukhari:

“مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ”

Artinya: “Barangsiapa yang mengerjakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni,” (HR Bukhari)

Pendapat Ulama tentang Waktu Lailatul Qadar

Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar mengutip beberapa pendapat ulama mengenai waktu malam Lailatul Qadar.

Selain malam ke-27, malam ke-23 juga disebut sebagai waktu yang potensial.

Hal ini berdasarkan hadits yang menjelaskan jawaban Rasulullah SAW kepada sahabat Abdullah bin Unais:

يَا رَسُولَ اللَّهِ مَتَى نَلْتَمِسُ هَذِهِ اللَّيْلَةَ الْمُبَارَكَةَ
Artinya: Wahai Rasulullah, kapankah kami bisa memperoleh malam penuh berkah ini?

Rasulullah menjawab:

الْتَمِسُوهَا هَذِهِ اللَّيْلَةَ )وَقَالَ وَذَلِكَ مَسَاءَ لَيْلَةِ ثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ:
Artinya: Carilah pada malam ini (dan ia berkata, itu terjadi di malam ke-23)

Dalam hadits lain juga disebutkan:

“هِيَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ، لَيْلَةُ إِحْدَى وَعِشْرِينَ، أَوْ ثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ، أَوْ خَمْسٍ وَعِشْرِينَ، أَوْ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ، أَوْ تِسْعٍ وَعِشْرِينَ، أَوْ آخِرُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، مَنْ قَامَهَا إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ”
Artinya: “Lailatul Qadar berada di bulan Ramadan pada sepuluh hari terakhirnya, yaitu malam kedua puluh satu, atau kedua puluh tiga, atau kedua puluh lima, atau kedua puluh tujuh, atau kedua puluh sembilan, atau di akhir malam Ramadan. Barangsiapa shalat malam karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lampau dan dosa yang kemudian”. (HR. Imam Ahmad).

Baca Juga:  Jam Operasional Rumah Makan di Tangerang Selatan Dibatasi Selama Ramadan 2025

Berdasarkan hadits-hadits tersebut, sebagian ulama berpendapat bahwa malam Lailatul Qadar berpindah-pindah tiap tahunnya dan tidak terbatas pada satu tanggal tertentu.

Cara Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Untuk mendapatkan keutamaannya, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Amalan yang dianjurkan antara lain:

  • Shalat malam (qiyamul lail)
  • Membaca Al-Qur’an
  • Berzikir dan berdoa
  • I’tikaf di masjid
  • Bersedekah

Hikmah Dirahasiakannya Waktu Lailatul Qadar

Ibnu Hajar menjelaskan bahwa hikmah dirahasiakannya malam Lailatul Qadar adalah agar umat Islam tidak beribadah hanya pada satu malam tertentu, melainkan terus bersungguh-sungguh dalam beribadah selama sepuluh malam terakhir Ramadan.

Dengan cara ini, umat didorong untuk memperbanyak amal dan meningkatkan keimanan sepanjang waktu tersebut.

(ADN/NID/RAD)

Trending