Connect with us

Lifestyle

Wajib Diketahui! Ini Etika Bertamu saat Lebaran

Bertamu saat lebaran memiliki etika atau adab yang perlu diperhatikan agar silaturahmi berjalan harmonis dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan.

Logompn

Published

on

Wajib Diketahui! Ini Etika Bertamu saat Lebaran
Wajib Diketahui! Ini Etika Bertamu saat Lebaran | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 21 Maret 2026 - Selama Hari Raya Idulfitri 2026, umat Islam di berbagai daerah akan menjalankan tradisi tahunan yakni silaturahmi atau berkunjung ke rumah kerabat, tetangga, dan sahabat.

Kegiatan ini umum dilakukan setelah salat Idulfitri dan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Silaturahmi sendiri sangat dianjurkan dalam Islam, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya:

“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi” (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun, bertamu saat lebaran memiliki etika atau adab tersendiri yang perlu diperhatikan agar silaturahmi berjalan harmonis dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan.

Adab Bertamu di Hari Lebaran

Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi NU Online, etika utama dalam bertamu saat lebaran dimulai dari niat yang benar.

Niat silaturahmi sebaiknya ditanamkan sejak awal sebagai wujud ibadah, memperkuat ikatan sesama Muslim, dan memberikan kebahagiaan kepada yang dikunjungi.

Adab bertamu yang kedua adalah memperhatikan waktu berkunjung. Jika kamu ingin bertamu, hindari datang pada waktu istirahat atau ketika tuan rumah baru tiba dari perjalanan.

Ketiga, tidak dianjurkan untuk terburu-buru atau berlama-lama kecuali diminta oleh tuan rumah.

Rasulullah SAW menganjurkan jika harus menginap, tidak lebih dari tiga hari.

Keempat, kamu sebaiknya tidak pilih-pilih berdasarkan status sosial orang mana yang ingin kamu kunjungi.

Kelima, pakaian yang dikenakan saat bertamu juga harus sopan dan bersih, mencerminkan semangat lebaran yang identik dengan kebersihan dan kesucian.

Keenam, tamu dianjurkan memberi salam, berjabat tangan jika memungkinkan, dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti perasaan tuan rumah.

Baca Juga:  Pemerintah akan Terapkan WFA Jelang Lebaran, Tanggal Berapa?

Dalam Islam, salam memiliki nilai ibadah. Allah SWT berfirman, “Apabila kamu memasuki rumah, maka ucapkanlah salam kepada penghuninya sebagai salam yang penuh keberkahan dari Allah,” (QS. An-Nur: 61).

Etika Tuan Rumah dalam Menyambut Tamu

Selain etika bagi tamu, ada juga adab bagi tuan rumah. Dikutip MPN Indonesia dari laman Lazismu, sambutan hangat, salam, dan senyum adalah hal sederhana namun sangat berarti.

Tuan rumah disarankan menyediakan hidangan secukupnya, menjaga kebersihan rumah, dan menciptakan suasana nyaman agar tamu betah.

Mengajak anak-anak untuk bersikap ramah kepada tamu juga merupakan bagian dari pendidikan sosial yang baik.

Tuan rumah diharapkan tidak menunjukkan rasa lelah, meskipun harus menerima banyak tamu.

Ingat, ketulusan dan keramahan adalah kunci utama dalam menjaga suasana silaturahmi yang harmonis selama Idulfitri 2026.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending