Berita
Pemerintah akan Terapkan WFA Jelang Lebaran, Tanggal Berapa?
Pemerintah menerapkan kebijakan WFA dan stimulus transportasi agar dapat mendorong mobilitas dan konsumsi selama Lebaran 2026.
MPN Indonesia 7 Februari 2026 - Pemerintah akan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi para pekerja menjelang dan setelah libur Hari Raya Idulfitri 2026.
Kebijakan ini akan berlangsung pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan hal ini dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (5/2).
“Kami juga akan berikan work from anywhere, supaya yang bolong-bolong mendekati nanti hari raya Lebaran itu bisa diisi oleh work from anywhere,” ujar Airlangga dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan pada Kamis, (5/2).
Kebijakan ini ditujukan untuk memberikan kelonggaran kepada masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik lebih awal.
Pelaksanaan WFA ini menjadi bagian dari kebijakan pemerintah dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Lebaran, sebagai upaya mendorong pergerakan ekonomi nasional.
Stimulus Transportasi selama Libur Lebaran
Selain kebijakan WFA, pemerintah juga memberikan stimulus transportasi selama periode libur Lebaran.
Stimulus ini berupa diskon tarif moda transportasi umum yang diberlakukan untuk kereta api, kapal penyeberangan, dan pesawat.
Diskon tarif yang diberikan yaitu:
- Tiket kereta api sebesar 30 persen
- Tiket kapal penyeberangan sebesar 30 persen
- Tiket pesawat sebesar 17 hingga 18 persen
“Jadi yang mau merencanakan liburan, silakan tiket kereta api dikasih diskon 30 persen. Kemudian kapal itu kita berikan 30 persen, dan pesawat sekitar 17–18 persen,” kata Airlangga.
Pemerintah juga mencatatkan bahwa total paket stimulus ekonomi yang digelontorkan selama libur Hari Raya Idulfitri 2026 mencapai Rp12,83 triliun.
Stimulus ini diharapkan mendorong konsumsi masyarakat melalui peningkatan mobilitas selama masa libur Lebaran.
Dampak terhadap Ekonomi dan Mobilitas
Airlangga menyampaikan bahwa peningkatan mobilitas masyarakat selama masa liburan berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan karakteristik khusus di mana konsumsi meningkat seiring dengan tingginya pergerakan masyarakat saat liburan.
“Indonesia memang salah satu anomali, saat liburan mobilitas tinggi. Pada saat mobilitas tinggi, spending-nya tinggi dan ekonominya bergerak. Indeks keyakinan konsumen naik, penjualan elektronik naik,” jelas Airlangga.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa sektor usaha penyediaan akomodasi dan makan minum mengalami pertumbuhan 7,15 persen secara tahunan pada triwulan IV 2025.
Sepanjang tahun 2025, sektor ini mencatat pertumbuhan sebesar 7,41 persen dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 0,24 persen.
Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,39 persen pada triwulan IV 2025 dan mencapai pertumbuhan tahunan sebesar 5,11 persen di tahun yang sama.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
