Connect with us

Internasional

Mojtaba Khamenei Dikabarkan Cedera akibat Perang

Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dilaporkan mengalami luka ringan akibat serangan Amerika Serikat dan Israel.

Logompn

Published

on

Mojtaba Khamenei Dikabarkan Cedera akibat Perang
Mojtaba Khamenei Dikabarkan Cedera akibat Perang | Gambar: Reuters

MPN Indonesia 13 Maret 2026 - Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dilaporkan mengalami luka ringan akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Hal ini dikabarkan oleh media pemerintah Iran yang mengatakan Mojtaba “terluka dalam perang Ramadan”.

Media Amerika Serikat, New York Times, juga mengatakan hal serupa.

“(Mojtaba) mengalami cedera, termasuk di bagian kaki, tapi dia sadar dan berlindung di tempat paling aman dengan akses komunikasi terbatas,” kata tiga sumber pejabat Iran yang dikutip New York Times.

Pernyataan Dubes Iran

Duta Besar Iran untuk Siprus, Alireza Salarian, telah mengonfirmasi kabar cederanya Mojtaba.

Ia mengatakan Mojtaba terluka saat serangan rudal pada 28 Februari lalu yang juga menewaskan sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei.

“Dia juga ada di sana dan dia terluka dalam pemboman tetapi saya belum melihat itu tercermin dalam berita asing,” ujar Salarian dalam wawancara bersama The Guardian, dikutip MPN Indonesia dari Mint.

“Saya mendengar bahwa ia terluka di kaki, tangan, dan lengannya,” tambah dia.

Mojtaba Khamenei Gantikan sang Ayah

Khamenei, yang berusia 56 tahun, dilantik sebagai pemimpin tertinggi Iran oleh majelis ulama, menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam gelombang serangan udara pertama.

“Yang Mulia Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei hari ini adalah pewaris darah ayahnya yang gugur sebagai syuhada, ibunya yang gugur sebagai syuhada, saudara perempuannya yang gugur sebagai syuhada, dan istrinya yang gugur sebagai syuhada,” kata seorang pembawa berita televisi pemerintah, dikutip MPN Indonesia dari Reuters.

Mojtaba Khamenei dikenal sebagai sosok garis keras yang memiliki kedekatan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Baca Juga:  Trump Lobi FIFA, Minta Iran Diganti Italia di Piala Dunia 2026

Ia telah lama menjabat sebagai kepala kantor ayahnya, atau beyt, dan memiliki peran penting dalam pengelolaan negara.

Meskipun demikian, ia kurang dikenal di kalangan masyarakat umum karena jarang tampil di depan publik.

(ADN/NID/RAD)

Trending