Connect with us

Politik

Dedi Mulyadi Siapkan Rp6,9 Miliar untuk Kompensasi Liburkan Sopir Angkot dan Ojek

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengalokasikan Rp6,9 miliar untuk 3.000 sopir angkot, tukang becak, dan kusir andong yang diliburkan selama mudik Lebaran 2026.

Logompn

Published

on

Dedi Mulyadi Siapkan Rp6,9 Miliar untuk Kompensasi Liburkan Sopir Angkot dan Ojek
Dedi Mulyadi Siapkan Rp6,9 Miliar untuk Kompensasi Liburkan Sopir Angkot dan Ojek. Gambar: jabarprov.go.id

Jawa Barat, MPN Indonesia 14 Maret 2026 - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengalokasikan dana sebesar Rp6,9 miliar untuk memberikan kompensasi kepada 3.000 sopir angkot, tukang becak, hingga kusir andong yang diliburkan selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Dana tersebut mulai didistribusikan sejak Kamis (12/3) dan dijadwalkan rampung pada Jumat (13/3).

Kebijakan pemerintah ini diterapkan guna mendukung kelancaran lalu lintas selama masa mudik 2026 di wilayah Jawa Barat.

“Rp6,9 miliar untuk 3.000 penerima manfaat se-Jawa Barat,” ujar Dedi usai menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Mapolda Jawa Barat, Kamis (12/3). 

“Saya sudah cek Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Provinsi Jawa Barat, seluruh uangnya sudah mulai terdistribusi malam ini dan besok selesai semuanya,” ungkapnya, dikutip MPN Indonesia melalaui laman resmi Provinsi Jawa Barat pada Sabtu, (14/3).

Penerima kompensasi tersebar di sejumlah wilayah Jawa Barat, meliputi Garut, Cirebon, Subang, Bogor, Cianjur, Padalarang, Lembang, dan Kota Bandung.

Para sopir dan pengemudi ini diliburkan secara bergantian, baik sebelum maupun setelah Idulfitri, seiring dengan adanya kebijakan rekayasa lalu lintas yang diterapkan pemerintah daerah.

Kebijakan Pemerintah Daerah untuk Kelancaran Arus Mudik dan Balik

Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung kelancaran arus mudik dan arus wisata selama Lebaran 2026.

Selain pengalihan operasional transportasi lokal, pemerintah daerah juga menyiapkan layanan darurat, termasuk penyediaan mobil layanan kesehatan di jalur tol.

Salah satu mobil operasional gubernur bermerek Mercy telah dialihfungsikan menjadi ambulans darurat dan akan dikerahkan di Tol Cipali.

Inovasi ini terinspirasi dari kejadian sebelumnya saat seorang pemudik melahirkan di pinggir jalan tol.

Baca Juga:  Miris! Anak di Bekasi Tega Aniaya Ibu, Diduga karena Marah Tak Dikasih Uang

“Nanti kalau ada yang melahirkan di jalan, bisa ditangani di mobil itu. Jangan lagi melahirkan di pinggir jalan,” jelas Dedi.

Lebih lanjut, pemerintah daerah juga berupaya mengurai potensi kemacetan di jalur wisata pasca-Idulfitri, dengan membebaskan beberapa kawasan dari kepadatan lalu lintas.

Wilayah yang menjadi fokus antara lain Lembang, Puncak, dan Padalarang.

“Bukan hanya arus mudik saja yang dipertimbangkan, tapi juga arus wisata setelah hari raya,” ujar Dedi.

Dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah ini, Dedi juga mengimbau masyarakat untuk menghargai kerja keras para petugas di lapangan selama masa mudik dan libur Lebaran, termasuk aparat keamanan dan petugas kebersihan.

“Mereka bertugas saat orang lain berkumpul dengan keluarga. Karena itu masyarakat harus menghargai mereka ketika menjalankan tugas,” katanya.

Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada petugas kebersihan yang tetap menjalankan tugas saat perayaan Idulfitri.

“Dan petugas kebersihan saya juga mengucapkan selamat ya, terima kasih. Mereka adalah bagian penting ketika orang salat Id, dia memungut sampah. Hatur nuhun,” tambahnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending