Connect with us

Politik

Purbaya Pilih Efisiensi Ketimbang Naikkan Defisit di Tengah Konflik Timur Tengah

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah memilih langkah efisiensi anggaran dibanding menaikkan batas defisit APBN di atas 3% dari PDB.

Logompn

Published

on

Purbaya Pilih Efisiensi Ketimbang Naikkan Defisit di Tengah Konflik Timur Tengah
Purbaya Pilih Efisiensi Ketimbang Naikkan Defisit di Tengah Konflik Timur Tengah | Gambar: Instagram/@menkeuri

MPN Indonesia 18 Maret 2026 - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah memilih langkah efisiensi anggaran dibanding menaikkan batas defisit APBN di atas 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Keputusan ini diambil untuk merespons potensi lonjakan harga minyak global akibat konflik internasional di Timur Tengah.

“Ada (pemangkasan belanja) didiskusikan nanti berapa, kalau memang harga BBM naik terus kan langkah pertama ya itu, efisiensi,” ujar Purbaya usai menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta Pusat, Senin (16/3).

Purbaya menekankan bahwa menjaga batas defisit tetap di bawah 3% lebih diutamakan ketimbang menambah beban utang.

“Kita jaga semuanya, kalau nggak kan enak amat kerja saya. Ya udah Pak kita naikkin ini aja, (defisit) APBN, kita ngutang lebih banyak, ntar lu marah-marah lagi pemerintah ngutang terus,” tegasnya.

Minta K/L Hitung Anggaran yang Bisa Dipangkas

Purbaya menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan akan meminta seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) untuk menghitung ulang anggaran yang memungkinkan dipangkas.

Fokus penghematan diarahkan pada program tambahan yang dinilai membuat anggaran membengkak.

“Mereka sudah kita suruh siapkan, kita minta siapkan, berapa persen anggarannya dipotong. Kan ada beberapa program tambahan, anggaran tambahan-tambahan yang membuatnya gelembung sekali,” ungkapnya.

Tak Langsung Dieksekusi

Kendati demikian, Purbaya mengatakan bahwa pemotongan anggaran K/L belum tentu langsung dieksekusi.

Perhitungan yang diminta ke K/L merupakan langkah awal agar ketika dibutuhkan bisa dieksekusi dengan baik.

“Nanti kita mungkin dalam seminggu ke depan Kementerian Keuangan akan menentukan langkah awal bagi mereka untuk siap-siap ngitung, tetapi belum tentu eksekusi ya. Kalau mau dipotong yang mana yang mau dipotong, kira-kira gitu. Nanti mereka adjust kebijakannya berdasarkan potongan,” jelas Purbaya.

Baca Juga:  Menkeu Purbaya Sebut Cukai Rokok Sangat Tinggi: Firaun Lu?!

Pastikan APBN dalam Kondisi Aman

Purbaya memastikan bahwa hingga saat ini kondisi APBN masih aman. Pemerintah baru akan mengambil langkah tambahan jika harga minyak dunia terus melonjak tinggi dan bertahan lama.

“Itu kan belum kelihatan sekarang, belum stabil. Jadi kita belum lihat sampai sekarang, tapi rasanya sih anggaran cukup bertahan, kecuali naiknya tinggi sekali ya,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah masih memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang cukup untuk menutupi potensi defisit yang melebar hingga 3,5% PDB atau setara tambahan Rp110 triliun dari target awal defisit sebesar Rp698 triliun.

“Kalau cuma butuh Rp110 triliun saja saya bisa tutup dari SAL saya, masih cukup kan uang saya, jadi anda nggak usah takut, saya masih punya tabungan, jadi jangan takut,” ujar Purbaya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending