Connect with us

Lifestyle

Apakah Makan Jeroan Bisa Bikin Asam Urat?

Makan jeroan dapat memicu kambuhnya asam urat, terutama pada individu yang sudah memiliki gangguan tersebut.

Logompn

Published

on

Apakah Makan Jeroan Bisa Bikin Asam Urat
Apakah Makan Jeroan Bisa Bikin Asam Urat? | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 26 Maret 2026 - Makan jeroan dapat memicu kambuhnya asam urat, terutama pada individu yang sudah memiliki gangguan tersebut.

Kondisi ini terjadi karena jeroan mengandung purin dalam jumlah tinggi, yang akan dipecah tubuh menjadi asam urat sebagai produk limbah.

Penumpukan asam urat dalam darah bisa menyebabkan gejala peradangan pada sendi.

Proses ini menjawab pertanyaan mengapa makanan seperti jeroan dapat memicu penyakit tidak menular seperti asam urat.

Semakin banyak makanan berkadar purin tinggi seperti jeroan dikonsumsi, semakin besar pula risiko asam urat kambuh.

Kandungan Purin Tinggi jadi Pemicu Asam Urat

Dikutip MPN Indonesia dari laman Halodoc, jeroan termasuk ke dalam jenis makanan tinggi purin yang umumnya mengandung lebih dari 200 mg purin per 100 gram.

Jenis jeroan yang perlu dihindari meliputi hati, ginjal, dan otak.

Selain jeroan, makanan seperti daging burung, daging sapi muda, daging rusa, ikan (tuna, sarden, teri), makanan laut (kerang, kepiting, udang), serta minuman manis juga termasuk dalam kategori pemicu utama.

Tubuh secara alami memproduksi asam urat dari purin, namun dalam kondisi gangguan seperti hiperurisemia—yakni tingginya kadar asam urat dalam darah—ginjal tidak mampu membuang kelebihan tersebut secara cepat.

Hal ini mengarah pada pembentukan kristal asam urat yang menumpuk di sekitar sendi.

Penyakit asam urat termasuk ke dalam kategori penyakit tidak menular, namun dapat mengganggu aktivitas harian karena nyeri dan pembengkakan.

Obat untuk Asam Urat

Untuk meredakan asam urat akibat konsumsi jeroan, sejumlah obat tersedia di pasaran dengan kandungan yang ditujukan untuk mengurangi kadar asam urat atau meredakan peradangan.

Baca Juga:  Idap Penyakit Lyme, Justin Timberlake: Hidup dengan Penyakit Ini Sangat Melelahkan

Beberapa obat asam urat yang umum digunakan, antara lain:

  • Isoric: Mengandung allopurinol, tersedia dalam dosis 100 mg dan 300 mg.
  • Zyloric: Mengandung allopurinol dengan dosis 100 mg dan 300 mg.
  • Festaric: Digunakan untuk mengurangi kelebihan asam urat, dikonsumsi saat atau tanpa makan. Tidak cocok untuk penderita alergi febuxostat, gangguan hati, abnormalitas darah, dan pengguna azathioprine atau mercaptopurine.
  • Methylprednisolone: Mengandung hormon steroid untuk meredakan peradangan dan menekan sistem kekebalan tubuh berlebih. Digunakan untuk asam urat, rematik, dan gangguan imun lainnya. Tidak cocok bagi penderita infeksi sistemik, insufisiensi ginjal, gangguan tiroid, gagal jantung, risiko osteoporosis, dan hipertensi.

Obat-obatan ini digunakan sesuai gejala dan kondisi penderita. Konsumsi obat harus disesuaikan dengan riwayat kesehatan masing-masing dan berdasarkan anjuran medis.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending