Connect with us

Berita

Hemat BBM, ASN di Bangkalan Wajib Naik Sepeda ke Kantor di Hari Tertentu

Pemkab Bangkalan mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) berangkat ke kantor menggunakan sepeda pada hari kerja tertentu.

Logompn

Published

on

Hemat BBM, ASN di Bangkalan Wajibkan Naik Sepeda ke Kantor di Hari Tertentu
Hemat BBM, ASN di Bangkalan Wajib Naik Sepeda ke Kantor di Hari Tertentu | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 31 Maret 2026 - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) berangkat ke kantor menggunakan sepeda pada hari kerja tertentu.

Kebijakan ini merupakan respons atas potensi kenaikan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berimbas pada pembatasan di Selat Hormuz.

Wakil Bupati Bangkalan, Fauzan Ja’far, menjelaskan bahwa aturan ini akan diperkuat melalui surat edaran resmi dari bupati.

“Ya, saat ini kita sedang menyusun surat edarannya. Nantinya di hari-hari tertentu ASN diwajibkan menggunakan sepeda,” ungkap Fauzan dalam keterangan resminya, dikutip MPN Indonesia pada Selasa (31/3).

“Ini bagian dari upaya kita merespons situasi global dan rencana kebijakan pemerintah, termasuk work from anywhere (WFA), serta untuk mendorong penghematan energi,” tambahnya.

Fauzan menegaskan bahwa langkah tersebut diambil untuk mengurangi konsumsi BBM serta menunjukkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi krisis ekonomi yang timbul dari situasi global.

“Kita melihat perkembangan situasi yang tidak menentu ini tentu bisa berpengaruh terhadap perekonomian. Maka dari itu, kita harus mulai melakukan langkah-langkah antisipatif, salah satunya dengan menghemat energi,” terangnya.

ASN Pakai Sepeda pada Hari Pertama Kerja

Dalam implementasinya, ASN di lingkungan Pemkab Bangkalan telah mulai diminta menggunakan sepeda pancal (angin) sejak hari pertama kerja, yakni Rabu (25/3).

“Kami ingin berkontribusi dalam penghematan energi, hari pertama masuk kemarin (Rabu) telah kami instruksikan kepada para ASN untuk menggunakan sepeda pancal (angin),” ujar Fauzan.

Pemkab menilai kebijakan ini tidak hanya berdampak pada pengurangan konsumsi BBM, tetapi juga bagian dari adaptasi terhadap kondisi geopolitik global.

Baca Juga:  54 Koperasi Merah Putih Diresmikan di Tangerang Selatan

Konflik yang terjadi di kawasan Jazirah Arab antara Iran dan koalisi Israel-Amerika Serikat telah memicu kekhawatiran akan gangguan suplai minyak global melalui Selat Hormuz.

Hal tersebut berpotensi besar menaikkan harga minyak dunia dan memengaruhi stok BBM dalam negeri.

ASN Diminta Tetap Menjaga Kualitas Pelayanan

Meskipun menghadapi perubahan kebijakan transportasi dan potensi penerapan WFH, Pemkab Bangkalan menekankan pentingnya menjaga disiplin kerja dan pelayanan publik.

Fauzan menyampaikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu dan harus tetap berjalan optimal.

“Di tengah kondisi global yang tidak menentu, kita dituntut untuk tetap solid, disiplin, dan mampu beradaptasi. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu, justru harus semakin ditingkatkan,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending