Connect with us

Berita

BBKSDA Ungkap Penyebab Kematian Dua Anak Harimau Benggala

Dua anak harimau benggala bernama Hara dan Huru, masing-masing berusia delapan bulan, mati akibat infeksi Feline Panleukopenia Virus (FPV).

Logompn

Published

on

BBKSDA Ungkap Penyebab Kematian Dua Anak Harimau Benggala
BBKSDA Ungkap Penyebab Kematian Dua Anak Harimau Benggala | Gambar: Dok. Humas Pemkot Bandung

Jawa Barat, MPN Indonesia 31 Maret 2026 - Dua anak harimau benggala (Panthera tigris tigris) bernama Hara dan Huru, masing-masing berusia delapan bulan, mati akibat infeksi Feline Panleukopenia Virus (FPV).

Keduanya merupakan satwa koleksi Eks Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) di Jawa Barat.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat menyampaikan bahwa kematian tersebut terjadi secara berturut-turut pada tanggal 24 dan 26 Maret 2026.

Kronologi Kematian Hara

Kejadian bermula pada Minggu (22/3) ketika Hara menunjukkan gejala klinis berupa penurunan aktivitas, muntah, dan diare.

Tim Medis Eks Kebun Binatang Bandung segera melapor ke petugas piket BBKSDA Jawa Barat dan melakukan penanganan awal, termasuk pemberian obat antiparasit setelah ditemukan cacing dalam muntahan.

“Sebagai langkah antisipasi, harimau Huru yang berada dalam satu kandang juga diberikan vitamin dan obat cacing, serta kedua satwa kemudian dipisahkan kandangnya untuk mencegah penularan,” jelas Plt. Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat Ammy Nurwaty, dikutip MPN Indonesia dari laman Kementerian Kehutanan RI, Selasa (31/3).

Pada Senin (23/3), kondisi Hara semakin menurun dengan gejala diare disertai darah. Hasil rapid test feses menunjukkan positif FPV.

Meski sudah diberikan terapi intensif, Hara dinyatakan mati pada Selasa (24/3) pukul 09.14 WIB.

Hasil nekropsi menunjukkan perdarahan masif pada saluran pencernaan, kerusakan vili-vili usus, serta keberadaan parasit cacing di dalam usus.

Kronologi Kematian Huru

Setelah kematian Hara, tim medis melakukan pemantauan intensif terhadap Huru yang mulai menunjukkan gejala serupa.

Penanganan dilakukan oleh Tim Medis Eks Kebun Binatang Bandung, BBKSDA Jawa Barat, UPTD Rumah Sakit Hewan Provinsi Jawa Barat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung, serta dokter hewan dari Khal’s Pet Care Bandung.

Baca Juga:  Puluhan Siswa MAN 1 Cianjur Diduga Keracunan usai Konsumsi Makanan Bergizi Gratis

Kondisi Huru sempat membaik namun kembali memburuk dan dinyatakan mati pada Kamis (26/3) sekitar pukul 07.30 WIB.

Hasil nekropsi menunjukkan adanya perdarahan pada usus, luka pada lambung, kerusakan vili usus, serta hasil uji test kit yang juga menunjukkan positif FPV.

Virus FPV

FPV merupakan virus yang sangat menular dengan tingkat kematian tinggi pada satwa famili Felidae.

Virus ini menyerang sel-sel yang aktif membelah di saluran pencernaan dan menyebabkan kerusakan mukosa usus secara masif.

Penularannya bisa melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, lingkungan yang terkontaminasi, atau benda perantara (fomite).

Tindakan Pencegahan

Sebagai tindak lanjut, BBKSDA Jawa Barat bersama pengelola Eks Kebun Binatang Bandung mengambil sejumlah langkah untuk mencegah penyebaran virus.

Langkah-langkah tersebut mencakup peningkatan biosekuriti, desinfeksi lingkungan secara intensif, pembatasan lalu lintas orang dan peralatan, serta peningkatan pemantauan kesehatan seluruh satwa karnivora, terutama yang termasuk famili Felidae.

(AKM/NID/RAD)

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal7 minutes ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga26 minutes ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional36 minutes ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi2 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi2 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga2 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral2 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga3 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga3 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

PSS vs Borneo 1 2 Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam
Olahraga3 hours ago

PSS vs Borneo 1-2: Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam

Tak Hanya Jaga Mangrove, Flora Potensi Prioritaskan Kesejahteraan Warga Pesisir di Aceh
Berita4 hours ago

Tak Hanya Jaga Mangrove, Flora Potensi Prioritaskan Kesejahteraan Warga Pesisir di Aceh

Tema Hari Sumpah Pemuda 2026 Makna dan Filosofi Logo Resmi
Berita4 hours ago

Tema Hari Sumpah Pemuda 2026: Makna dan Filosofi Logo Resmi

Fleetwood vs Arsenal 1 1 (5 3) The Gunners Tersingkirkan usai Kalah Adu Penalti
Olahraga4 hours ago

Fleetwood vs Arsenal 1-1 (5-3): The Gunners Tersingkirkan usai Kalah Adu Penalti

100 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 untuk WA, IG, Cocok untuk Caption
Berita4 hours ago

100 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 untuk WA, IG, Cocok untuk Caption

Mangrove Reserve Formation Gandeng Mahasiswa dan Masyarakat di Langsa untuk Dukung Pelestarian Mangrove Aceh
Berita20 hours ago

Mangrove Reserve Formation Gandeng Mahasiswa dan Masyarakat di Langsa untuk Dukung Pelestarian Mangrove Aceh

Trending