Connect with us

Berita

Pemerintah Usahakan Jemaah Haji RI Tak Terbebani Biaya Penerbangan yang Berpotensi Naik

Pemerintah cari solusi dari lonjakan harga avtur agar biaya haji 2026 tetap stabil dan tidak membebani jemaah Indonesia.

Logompn

Published

on

Pemerintah Usahakan Jemaah Haji RI Tak Terbebani Biaya Penerbangan yang Berpotensi Naik
Pemerintah Usahakan Jemaah Haji RI Tak Terbebani Biaya Penerbangan yang Berpotensi Naik. Gambar: Dok. Kemenhaj

MPN Indonesia 8 April 2026 - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengupayakan agar jemaah haji tidak terbebani biaya penerbangan yang berpotensi naik akibat lonjakan harga avtur.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf dalam pertemuan bersama Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, di Kantor Kemenhaj, Selasa (7/4).

Ia menyampaikan bahwa pemerintah tengah mencari solusi atas kenaikan harga avtur yang berdampak langsung pada biaya penerbangan haji.

“Avtur naik 2–3 kali lipat, itulah dampak yang langsung kita rasakan saat ini dan kita sedang mencari pemecahannya,” ujar Irfan dalam keterangannya.

Kenaikan harga bahan bakar pesawat hingga 2–3 kali lipat dipicu oleh konflik geopolitik di Timur Tengah dan berpotensi meningkatkan biaya transportasi haji 2026.

Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak akan menambah beban biaya bagi jemaah haji Indonesia.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebijakan yang diambil harus mengutamakan keselamatan serta tidak menambah beban biaya bagi jemaah haji.

“Presiden tentu menekankan apa pun yang terjadi jangan sampai memberikan tambahan beban kepada jemaah haji kita,” jelas Irfan.

Arahan tersebut menjadi dasar bagi Kemenhaj dalam menyusun langkah antisipatif terhadap potensi kenaikan biaya penerbangan.

Dampak Kenaikan Avtur terhadap Biaya Haji

Kenaikan harga avtur yang signifikan dipengaruhi oleh konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang berdampak pada keamanan energi global.

Kondisi ini menyebabkan potensi lonjakan biaya penerbangan haji 2026, bahkan diperkirakan dapat meningkat hingga lebih dari Rp10 juta per jemaah.

Baca Juga:  Target Reza Arap Buat Marapthon: Biayai Haji 4 Orang

“Seiring dengan semakin sulitnya, semakin mahalnya harga pesawat juga kemungkinan meminta tambahan biaya. Dan tidak tanggung-tanggung besarnya, mungkin bisa sampai lebih dari Rp10 juta per jemaah, karena harga memang naik dua kali lipat,” kata Irfan saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Grand Ballroom Minhajuurosyidiin, Jakarta Timur, Selasa (7/4).

Meskipun terdapat potensi kenaikan biaya, pemerintah memastikan bahwa jemaah haji tidak akan dikenakan tambahan biaya.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan aspek keselamatan dan kelancaran ibadah.

“Kami tentu mengikuti saran dari Presiden. Pertama, apapun yang terjadi, pertimbangan kita berangkat atau tidaknya adalah pertimbangan keamanan dan keselamatan jamaah haji kita,” ujar Irfan.

“Dan yang kedua, jika terkait dengan biaya-biaya yang mungkin akan berubah, Presiden berpesan ‘tolong jangan dibebankan kepada jemaah haji’,” tambahnya.

Koordinasi Pemerintah dan Kepastian Jadwal Keberangkatan

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, Kemenhaj terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi, Kementerian Luar Negeri, serta Kantor Urusan Haji di Jeddah.

Langkah ini bertujuan memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2026 berjalan lancar di tengah dinamika global.

“Kita selalu komunikasi dengan Pemerintah Saudi, kita selalu komunikasi dengan teman-teman di Kementerian Luar Negeri, kita selalu komunikasi dengan teman-teman di Kantor Urusan Haji Jeddah, apa dan bagaimana yang terjadi,” ujar Irfan.

Di sisi lain, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al Amoudi menyampaikan bahwa stok bahan bakar minyak di Arab Saudi dalam kondisi aman, meskipun konflik Timur Tengah memberikan dampak global terhadap keamanan energi, pangan, dan rantai pasok.

“Berkaitan dengan BBM kita aman. Namun demikian, kita juga tidak menginginkan dampak (peperangan) ini dirasakan oleh negara-negara lain. Sebagaimana kita ketahui bahwa peperangan ini telah berdampak secara signifikan terhadap keamanan energi, keamanan pangan, keamanan supply chain, dan lain sebagainya,” ungkap Faisal.

Baca Juga:  Jemaah Haji asal Jakarta yang Sempat Hilang di Makkah Ditemukan Meninggal Dunia

Faisal juga menekankan pentingnya upaya bersama untuk mencegah meluasnya konflik yang berdampak pada kenaikan harga energi global.

Ia menyebutkan bahwa harga minyak dunia mengalami kenaikan signifikan dalam waktu singkat.

“Oleh karena itu, suara sangat diperlukan untuk mencegah melebarnya peperangan ini sehingga dampaknya tidak meluas. Sebagaimana disinggung sebelumnya, dampak yang paling nyata adalah kenaikan BBM, harga minyak dalam kurun waktu kurang dari seminggu telah mencapai kenaikan sebesar 65%,” terangnya.

“Kenaikan ini tentu berdampak langsung terhadap naiknya harga avtur. Kemudian juga naiknya otomatis terhadap tiket-tiket yang berlaku untuk pelaksanaan ibadah,” jelas Faisal

Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji 2026

Meskipun terdapat dinamika global yang memengaruhi biaya transportasi, jadwal keberangkatan jemaah haji Indonesia tetap berjalan sesuai rencana.

Jemaah dijadwalkan mulai masuk asrama haji pada 21 April dan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April 2026.

Pemerintah memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan jemaah haji.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending