Connect with us

Internasional

Jurnalis Al Jazeera Gugur akibat Serangan Israel

Jurnalis Al Jazeera, Mohammed Wishah, meninggal dunia dalam serangan pesawat tak berawak Israel di Jalur Gaza pada Rabu (8/4).

Logompn

Published

on

Jurnalis Al Jazeera Gugur dalam Serangan Israel
Jurnalis Al Jazeera Gugur akibat Serangan Israel. Gambar: Dok. Al Jazeera

MPN Indonesia 9 April 2026 - Jurnalis Al Jazeera, Mohammed Wishah, meninggal dunia dalam serangan pesawat tak berawak Israel di Jalur Gaza pada Rabu (8/4).

Dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera, Wishah gugur setelah kendaraan yang ditumpanginya dihantam di Jalan Al-Rashid, jalan pesisir di sebelah barat Kota Gaza.

Menurut otoritas kesehatan setempat dan laporan jaringan televisi Qatar, serangan udara Israel tersebut menewaskan empat orang, termasuk Wishah.

Serangan yang menewaskan jurnalis itu terjadi saat konflik Israel-Hamas terus memanas, meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober lalu.

Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa sejak awal perang pada Oktober 2023, setidaknya 262 jurnalis telah tewas dalam serangan Israel di Gaza.

Pernyataan Al Jazeera

Al Jazeera melaporkan bahwa Mohammed Wishah tewas dalam serangan pesawat tak berawak yang menghantam mobilnya di Jalan Al-Rashid.

Ibrahim Al-Khalili dari Al Jazeera menyatakan terbunuhnya Wishah saat bepergian di jalan utama menunjukkan bahwa “situasi semakin memburuk mengingat pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan oleh militer Israel”.

“Sudah hampir enam bulan sejak gencatan senjata yang ditengahi AS mulai berlaku, dan pelanggaran Israel terus berlanjut – menargetkan jurnalis seperti Wishah, yang telah meliput perang sejak hari pertama,” kata dia.

Sementara itu, dalam pernyataan resminya, Al Jazeera Media Network menyatakan bahwa mereka “mengutuk keras kejahatan keji berupa penargetan dan pembunuhan terhadap koresponden Al Jazeera Mubasher, Mohammed Wishah”.

“Ini merupakan pelanggaran baru dan mencolok terhadap semua hukum dan norma internasional, dan mencerminkan kebijakan sistematis yang berkelanjutan untuk menargetkan jurnalis dan membungkam suara kebenaran,” tambahnya.

Baca Juga:  Di Tengah Konflik Timur Tengah, Prabowo Gelar Pertemuan dengan Mantan Presiden

“Al Jazeera menegaskan bahwa pembunuhannya bukanlah tindakan acak melainkan kejahatan yang disengaja dan ditargetkan yang bertujuan untuk mengintimidasi jurnalis dan mencegah mereka menjalankan tugas profesional mereka,” lanjut pernyataan itu.

Pernyataan Media Pemerintah Gaza

Kantor Media Pemerintah Gaza juga mengutuk pembunuhan tersebut dan menyebutnya sebagai contoh dari “penargetan dan pembunuhan sistematis terhadap jurnalis Palestina” oleh Israel.

Kantor itu menyerukan kepada Federasi Jurnalis Internasional, Persatuan Jurnalis Arab, dan badan media di seluruh dunia untuk “mengutuk kejahatan sistematis terhadap jurnalis dan pekerja media Palestina di Jalur Gaza”.

Selain itu, mereka mengimbau komunitas internasional untuk “menghentikan serangan berulang ini”, menuntut para pelaku di pengadilan internasional, dan “memberikan tekanan serius dan efektif untuk menghentikan kejahatan genosida” serta melindungi jurnalis di Gaza.

Lebih dari 72 Ribu Warga di Gaza Tewas

Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, militer Israel telah melakukan sekitar 2.000 pelanggaran sejak gencatan senjata diberlakukan.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa setidaknya 733 warga Palestina telah tewas dan 2.034 lainnya luka-luka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata tersebut berlaku.

Secara keseluruhan, lebih dari 72.000 orang tewas dan lebih dari 171.000 lainnya terluka di Jalur Gaza sejak Oktober 2023.

(ADN/NID/RAD)

Trending