Connect with us

Politik

Dedi Mulyadi Beri Bantuan Rp10 Juta untuk Ibu yang Bayinya Sempat Diberikan ke Orang Lain di RS Bandung

Dedi Mulyadi memberikan bantuan Rp10 juta kepada Nina Saleha (27), seorang ibu yang bayinya nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

Logompn

Published

on

Dedi Mulyadi Beri Bantuan Rp10 Juta untuk Ibu yang Bayinya Sempat Diberikan ke Orang Lain di RS Bandung
Dedi Mulyadi Beri Bantuan Rp10 Juta untuk Ibu yang Bayinya Sempat Diberikan ke Orang Lain di RS Bandung. Gambar: YouTube/Kang Dedi Mulyadi Channel

Jawa Barat, MPN Indonesia 11 April 2026 - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan bantuan sebesar Rp10 juta kepada Nina Saleha (27), seorang ibu yang bayinya nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin atau RSHS Bandung.

Bantuan tersebut disampaikan melalui panggilan video sebagai bentuk kepedulian atas insiden yang menimpa Nina.

Kasus ini sebelumnya viral di media sosial setelah Nina mengunggah pengalamannya.

Dedi Mulyadi Beri Rp10 Juta

Dedi Mulyadi menyampaikan rasa prihatin sekaligus memberikan dukungan untuk pemulihan Nina dan kebutuhan bayinya.

“Karena teteh sudah mengalami kesulitan saat melahirkan, saya nitip nanti buat beli popok anak Teteh, memenuhi gizi, dan pemulihan kesehatan Teteh, Rp10 juta saya kirim ke Teteh,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip MPN Indonesia dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Sabtu (11/4).

Nina yang berada di kediamannya di Nanjung, Margaasih, Kabupaten Bandung, menyampaikan terima kasih atas perhatian Dedi Mulyadi tersebut.

Ia mengungkapkan rencananya untuk menggunakan bantuan tersebut, termasuk untuk pelaksanaan akikah anaknya.

“Untuk Pak KDM terima kasih banyak untuk bantuannya. Saya akan beli domba untuk akikah. Alhamdulillah, terima kasih semuanya,” ucap Nina melalui unggahan video di akun TikTok pribadinya.

Kasus Bayi Nyaris Tertukar

Sebelumnya, peristiwa bayi nyaris tertukar di RSHS Bandung tersebut menjadi sorotan setelah Nina mengungkap bahwa bayinya sempat berada dalam gendongan ibu lain saat proses kepulangan dari rumah sakit.

Insiden ini kemudian diakui oleh pihak rumah sakit sebagai pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP).

Manajemen Rumah Sakit Hasan Sadikin segera mendatangi kediaman Nina untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung serta menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Baca Juga:  Lansia di Gunung Sindur Tewas Tertimpa Tembok usai Belanja Sayuran

Pihak rumah sakit juga mengambil langkah internal terhadap petugas yang terlibat.

Asisten Manajer Keperawatan RSHS Bandung, Arif, menjelaskan bahwa perawat yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara.

“Tadi kami sudah klarifikasi, pak. Kita juga sudah kumpul dengan pak Dirmed (Direktur Medik dan Keperawatan), sudah dilaporkan juga, pak, ke Dirut (Direktur Utama),” kata Arif.

“Sementara memang sebagai bentuk pembinaan, kami nonaktifkan dulu dari pelayanan untuk kami analisis lebih dalam,” sambungnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending