Politik
Pemerintah Pastikan Tidak akan Tarik Pasukan TNI dari UNIFIL
Pemerintah memastikan TNI tetap bertugas di misi UNIFIL Lebanon meski tiga prajurit gugur.
MPN Indonesia 12 April 2026 - Pemerintah memastikan tidak akan menarik pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) meskipun terjadi insiden yang menewaskan tiga prajurit Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab Teddy) Indra Wijaya di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat malam (10/4).
Seskab Teddy menegaskan bahwa tidak ada rencana penarikan pasukan TNI dari UNIFIL.
“Tidak ada untuk ke situ (menarik pasukan). Evaluasi tetap berjalan, evaluasi ke dalam dan keluar,” kata Teddy di hadapan awak media.
Ia menambahkan bahwa pengiriman pasukan TNI merupakan bagian dari amanat konstitusi untuk menjaga ketertiban dunia.
“Saya rasa itu sudah sangat tegas disampaikan bahwa sesuai undang-undang pembukaan alinea empat: menertibkan ketertiban dunia. Jadi, kita mengirim pasukan di sana untuk menjaga perdamaian dan kita tegas terhadap evaluasi yang ada,” ujar Teddy.
Komitmen tersebut juga ditegaskan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Menteri Luar Negeri Sugiono sebagai bagian dari kebijakan pemerintah dalam menjaga peran aktif Indonesia di kancah internasional.
Menlu Desak Investigasi Transparan atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI
Pemerintah menegaskan bahwa meskipun tidak ada rencana penarikan pasukan, evaluasi terhadap situasi keamanan dan operasional misi UNIFIL tetap dilakukan secara menyeluruh, baik dari aspek internal maupun eksternal.
Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan prajurit TNI yang bertugas di wilayah konflik Lebanon selatan, yang masih menghadapi ketegangan antara Israel dan kelompok Hizbullah.
Kementerian Luar Negeri juga telah mengambil langkah diplomatik dengan mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan otoritas Lebanon untuk melakukan investigasi transparan atas insiden yang menewaskan prajurit Indonesia.
“Menlu Sugiono telah melakukan komunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Lebanon dan Sekjen PBB pada (30/3) untuk memastikan proses investigasi segera dilakukan secara transparan dan menyeluruh serta perlindungan penuh bagi keamanan dan keselamatan personel UNIFIL,” jelas Pelaksana Tugas Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kemlu, Veronica Vicka Ancilla Rompis, dalam keterangan terpisah pada Rabu (8/4).
Insiden yang menimpa pasukan Indonesia terjadi pada 29 dan 30 Maret 2026 akibat serangan artileri di sekitar markas UNIFIL di Lebanon selatan.
Tiga prajurit yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Selain itu, sejumlah prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
