Teknologi
Meta Buat Kloningan Zuckerberg Versi AI untuk Rapat dengan Staf
Meta tengah mengembangkan AI kloning Mark Zuckerberg untuk komunikasi dengan puluhan ribu karyawan Meta.
MPN Indonesia 15 April 2026 - Meta, perusahaan teknologi yang menaungi Facebook, Instagram, dan WhatsApp, dikabarkan tengah mengembangkan versi kecerdasan buatan (AI) dari CEO Mark Zuckerberg untuk memungkinkan karyawan berinteraksi langsung dengan “kloning digital” sang pendiri.
Berdasarkan laporan dari Financial Times, proyek yang melibatkan teknologi AI ini bertujuan menciptakan avatar berbasis Mark Zuckerberg yang dapat menjawab pertanyaan, memberikan umpan balik, serta menyampaikan pandangan strategis perusahaan kepada hampir 79.000 karyawan Meta.
Sistem tersebut dilatih menggunakan citra, suara, serta gaya komunikasi Zuckerberg, termasuk pernyataan publik dan cara ia mengambil keputusan terkait arah bisnis perusahaan.
Kloning digital tersebut juga mempelajari nada bicara, gerak-gerik, dan pola komunikasi CEO Meta agar dapat merepresentasikan dirinya secara lebih mendekati kondisi nyata.
Salah satu pihak yang mengetahui proyek ini menyebutkan bahwa tujuan utamanya adalah meningkatkan keterhubungan antara karyawan dan pimpinan perusahaan.
“When you add realistic AI video and voice, engagement and retention go up significantly, (Dengan menambahkan video dan suara AI yang realistis, keterlibatan dan retensi akan meningkat secara signifikan),” ujar seorang juru bicara Synthesia, dikutip MPN Indonesia melalui The Guardian pada Rabu (15/4).
Ia juga menambahkan bahwa orang bekerja lebih efektif ketika informasi disampaikan oleh wajah atau suara yang familiar.
Pengembangan ini menjadi bagian dari perluasan penggunaan kecerdasan buatan di lingkungan Meta untuk mendukung sistem komunikasi internal berbasis AI.
Pengembangan Kloning AI Mark Zuckerberg
Meta telah bereksperimen dengan teknologi avatar digital, termasuk karakter 3D dan representasi virtual yang dapat berinteraksi dengan pengguna.
Pada 2022, Zuckerberg memperkenalkan avatar dirinya dalam konsep metaverse, meski sempat mendapat kritik terkait kualitas visualnya.
Perusahaan kemudian mengalihkan fokus ke pengembangan karakter AI generatif yang lebih realistis, termasuk avatar berbasis Mark Zuckerberg yang menjadi bagian dari pengembangan AI internal Meta.
Dalam tahap pengembangan, sistem ini dilatih menggunakan data visual, suara, serta rekaman publik Zuckerberg.
Tujuannya adalah menciptakan karakter digital yang mampu meniru gaya komunikasi CEO Meta dalam berbagai konteks kerja.
Teknologi ini juga dirancang untuk memungkinkan interaksi real-time antara karyawan dan representasi digital pimpinan perusahaan berbasis kecerdasan buatan.
Tujuan Penggunaan AI dalam Operasional Meta
Meta menilai bahwa integrasi AI dalam bentuk kloning CEO dapat membantu menyederhanakan struktur organisasi dan mempercepat pengambilan keputusan.
“We’re elevating individual contributors and flattening teams, (Kami meningkatkan peran kontributor individu dan perataan tim),” ujar Mark Zuckerberg dalam pernyataannya di bulan Januari yang menggambarkan arah strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi kerja melalui teknologi.
Selain untuk internal perusahaan, Meta menilai bahwa eksperimen Zuckerberg ini berpotensi diterapkan oleh influencer dan kreator, sebagai bagian dari ekosistem ekonomi digital yang kini tengah mengeksplorasi konsep avatar digital.
Sebelumnya, pada 2024, Meta telah memperkenalkan demonstrasi avatar AI untuk kreator yang dapat berinteraksi dengan audiens, termasuk membalas komentar di platform seperti Instagram.
Hal ini menjadi bagian dari perluasan pemanfaatan kecerdasan buatan di ekosistem digital Meta.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
