Connect with us

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Anjlok 11% usai Iran Buka Selat Hormuz selama Gencatan Senjata Israel-Lebanon

Harga minyak dunia turun tajam sekitar 11 persen pada perdagangan Jumat (17/4) waktu Amerika Serikat atau Sabtu (18/4) waktu Indonesia.

Logompn

Published

on

Harga Minyak Dunia Turun 11% usai Iran Buka Selat Hormuz selama Gencatan Senjata Israel Lebanon
Harga Minyak Dunia Anjlok 11% usai Iran Buka Selat Hormuz selama Gencatan Senjata Israel-Lebanon. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 18 April 2026 - Harga minyak dunia turun tajam sekitar 11 persen pada perdagangan Jumat (17/4) waktu Amerika Serikat atau Sabtu (18/4) waktu Indonesia.

Dikutip MPN Indonesia dari NBC News, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 11,4 persen menjadi US$83,85 per barel, level terendah sejak 10 Maret.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent internasional merosot 9 persen menjadi US$90,38 per barel.

Sejak awal konflik, harga minyak mentah AS tercatat masih naik 25 persen dan meningkat lebih dari 45 persen sejak awal tahun, meskipun terjadi koreksi tajam pada perdagangan Jumat (17/4).

Iran Buka Selat Hormuz

Penurunan harga minyak itu terjadi setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Selat Hormuz terbuka bagi kapal komersial selama periode gencatan senjata Israel-Lebanon.

“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata, pada rute terkoordinasi seperti yang telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran,” tulis Abbas Araghchi dalam unggahan di X pada Jumat (17/4) pagi waktu setempat.

Tak lama setelah itu, Presiden AS Donald Trump menulis di Truth Social bahwa Iran baru saja mengumumkan Selat Hormuz telah sepenuhnya terbuka dan siap untuk dilalui serta menyampaikan terima kasih.

Namun, dalam unggahan terpisah, Trump menyatakan bahwa blokade angkatan laut akan tetap berlaku sepenuhnya dan efektif hanya untuk Iran sampai transaksi dengan Iran selesai 100 persen.

Indeks Saham AS Menguat

Di pasar keuangan, indeks saham utama Amerika Serikat mencatat penguatan signifikan.

Baca Juga:  Lawan Tarif Trump, Danantara Siapkan Investasi di Negeri Paman Sam

Indeks S&P 500 ditutup naik 1,2 persen pada Jumat dan mencatat kenaikan lebih dari 4,5 persen sepanjang pekan.

Nasdaq Composite menguat 1,5 persen pada hari perdagangan dan naik 6,8 persen dalam sepekan.

Dow Jones Industrial Average melonjak 868 poin atau 1,8 persen, sementara indeks Russell 2000 naik 2,1 persen.

Ketiga indeks utama itu mencatat kenaikan untuk minggu ketiga berturut-turut.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga turun menjadi 4,24 persen, level terendah sejak 18 Maret.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending