Berita
Nyerocos di Persidangan, Harvey Moeis Kena Tegur Hakim: Kaya udah Diatur Ngomongnya!
Harvey Moeis ditegur hakim saat bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi pengelolaan timah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (4/11).
MPN Indonesia 5 November 2024 - Harvey Moeis dapat teguran dari hakim saat bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi pengelolaan timah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (4/11).
Harvey hadir sebagai saksi untuk terdakwa Tamron alias Aon, pemilik manfaat CV Venus Inti Perkasa dan PT Menara Cipta Mulia.
Hakim anggota, Alfis Setiawan menegur Harvey karena dianggap menjawab pertanyaan tanpa menunggu arahan hakim.
Teguran ini bermula saat hakim bertanya tentang penerimaan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) oleh Harvey, termasuk detail lokasi dan jumlah minimum dana tersebut.
“Di mana diterima (dana CSR)?” tanya hakim.
“Kadang di rumah, kadang-kadang restoran,” jawab Harvey.
“Sekali terima berapa?” tanya hakim.
“Macem-macem, Yang Mulia,” jawab Harvey.
“Sekali terima berapa?” tanya hakim.
“Macem-macem, Yang Mulia,” jawab Harvey.
“Paling minimum berapa?” tanya hakim.
“Tidak ada minimum, Yang Mulia, karena sifatnya sumbangan sukarela,” jawab Harvey.
Jawaban Harvey dianggap oleh hakim seperti telah dipersiapkan atau diatur sebelumnya.
Sontak hakim menegur agar Harvey lebih memperhatikan pertanyaan sehingga jawaban yang diberikan relevan dan tidak terkesan menghafal.
“Itu makanya dengarkan dulu, jangan langsung nyerocos aja. Kayak udah di-setting saudaranya mau ngomong apa, maka nyeorocos aja gitu kan. Pertanyaan saya didengar dulu, maka nggak nyambung saya tanya dengan apa yang saudara jelaskan. Iya kan?,” ungkap hakim.
“Kayaknya udah diajari saudara tadi, jawabnya ini aja atau udah dihafalin gitu kan, maka satu pertanyaan terus lewat gitu kan,” lanjut hakim.
Setelah teguran, hakim kembali meminta Harvey menyebutkan nominal minimum dari dana CSR yang diterima.
Harvey kembali menyatakan bahwa dana tersebut bervariasi dan tidak ada jumlah minimum.
“Paling minimum Saudara terima dari Helena itu berapa jumlahnya?” tanya hakim.
“Saya tidak pernah catat, Yang Mulia,” jawab Harvey.
“Itu kan bervariasi?” tanya hakim.
“Betul, Yang Mulia,” jawab Harvey.
Hakim lalu menanyakan ulang soal jumlah minimum dalam konteks tanggung jawab sosial perusahaan, namun Harvey tetap menjawab bahwa tidak ada jumlah minimum yang ditetapkan.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
