Connect with us

Internasional

Israel akan jadi Tuan Rumah Festival LGBT Terbesar di Timur Tengah

Israel akan menjadi tuan rumah festival LGBT terbesar di kawasan Timur Tengah melalui ajang bertajuk “Pride Land”.

Logompn

Published

on

Israel akan jadi Tuan Rumah Festival LGBT Terbesar di Timur Tengah
Israel akan jadi Tuan Rumah Festival LGBT Terbesar di Timur Tengah. Gambar: Reuters

MPN Indonesia 26 April 2026 - Israel akan menjadi tuan rumah festival LGBT terbesar di kawasan Timur Tengah melalui ajang bertajuk “Pride Land”.

Dikutip MPN Indonesia dari The Jerusalem Post, festival itu dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 4 Juni 2026 di kawasan Laut Mati, tepatnya di wilayah Gurun Yudea.

Produser utama dan penggagas festival tersebut, Aaron Cohen, menyatakan bahwa proyek ini dirancang dalam skala besar.

“Kami memilih untuk berkembang, untuk melakukan investasi jutaan dolar, membeli seluruh hotel selama empat hari, dan membangun kota dari nol di tengah gurun,” kata Cohen.

Digelar 24 Jam

Festival Pride Land dirancang untuk mengubah sebagian wilayah Gurun Yudea menjadi destinasi pesta dan ruang komunitas terpadu selama empat hari.

Area festival akan mencakup 15 hotel dan kompleks pantai di tepi Laut Mati, dengan pesta dan pertunjukan yang berlangsung sepanjang waktu alias 24 jam.

Selain pesta dan pertunjukan musik, acara ini juga akan menghadirkan kompleks budaya dan seni, area relaksasi dengan pemandangan Laut Mati, serta ruang ramah keluarga.

Kegiatan untuk anak-anak dan lokakarya keluarga juga disiapkan sebagai bagian dari rangkaian acara.

“Ini bukan sekadar festival biasa, ini adalah acara terbesar yang pernah kami selenggarakan di sini,” jelas Aaron Cohen.

Panggung utama Pride Land dijadwalkan menampilkan sejumlah artis, termasuk Harel Skaat, Dana International, Ran Danker, Shahar Tabuch, dan Ivri Lider, serta sejumlah DJ dari komunitas LGBT Israel.

Situasi Keamanan

Pengumuman festival LGBT terbesar ini berlangsung di tengah kondisi pariwisata Israel yang terdampak situasi keamanan regional.

Israel terlibat konflik dengan Hamas di Jalur Gaza, Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, serta ketegangan dengan Iran.

Baca Juga:  Puluhan Ribu Warga Sydney Turun ke Jalan Desak Kemerdekaan Gaza

Saat ini, sejumlah konflik tersebut berada dalam status gencatan senjata sementara, dengan perundingan damai yang masih diupayakan dan belum ada kepastian kapan akan berakhir.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending