Connect with us

Berita

Deretan Fakta KRL Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

Fakta-fakta kecelakaan kereta yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).

Logompn

Published

on

Deretan Fakta KRL Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi
Deretan Fakta KRL Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi. Gambar: X/@LisanAlGhaib

MPN Indonesia 28 April 2026 - Kecelakaan kereta yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL commuter line terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) sekitar pukul 21.00 WIB.

Insiden ini diduga bermula dari gangguan operasional di lintasan setelah sebuah taksi tertemper di perlintasan.

Benturan KRL dan KA Argo Bromo menyebabkan kerusakan parah pada gerbong belakang KRL, khususnya gerbong wanita.

“Perlu saya sampaikan juga kejadian ini di kurang dari pukul 21.00 WIB, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85,” kata Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin kepada wartawan.

“Sehingga ini yang kami curigai membuat sistem perkeretaapian di daerah emplasemen Stasiun Bekasi Timur terganggu. Sementara itu kronologinya,” sambungnya.

Kronologi Kecelakaan

Kecelakaan bermula saat ada KRL rute Bekasi-Jakarta menabrak taksi yang terhenti di tengah-tengah perlintasan Stasiun Bekasi Timur.

Dari arah berlawanan, KRL dari Jakarta menuju Cikarang berhenti di Stasiun Bekasi Timur karena menunggu proses evakuasi KRL di depannya.

Ketika sedang berhenti, tiba-tiba dari arah belakang, KA Argo Bromo menghantam KRL tersebut.

“Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gebrong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong,” kata salah satu penumpang KRL arah Cikarang, dikutip MPN Indonesia dari detikNews.

Gerbong Wanita di KRL Hancur

Dalam tayangan YouTube @trainspotter_id, KA Argo Bromo awalnya berjalan mulus tanpa hambatan.

Namun tiba-tiba terjadi tabrakan keras. Perekam kemudian keluar dari KA Argo Bromo dan melihat kereta tersebut menabrak KRL.

Saking kerasnya benturan, KA Argo Bromo bahkan sampai menembus gerbong belakang KRL yang merupakan gerbong khusus wanita.

Baca Juga:  Bos Rokok Bangun Masjid di Lokasi Kecelakaan yang Menyebabkan Istrinya Tewas

Ada Korban Terjepit

Proses evakuasi dilakukan sejak Senin (27/4) malam hingga Selasa (28/4) pagi oleh tim Basarnas.

Kepala Basarnas M Syafii menyatakan bahwa evakuasi berlangsung sulit karena adanya korban yang terjepit di dalam rangkaian.

“Masih ada beberapa korban yang dinyatakan hidup, namun kondisinya terjepit sehingga kami berupaya secepat mungkin memisahkan logam yang menjepit agar korban bisa dievakuasi,” ujarnya kepada wartawan.

Hingga Selasa pagi pukul 06.34 WIB, tercatat terdapat tujuh korban meninggal dunia dan 81 orang mengalami luka-luka akibat kecelakaan kereta tersebut.

(AKM/NID/RAD)

Trending