Connect with us

Berita

Dirut KAI Minta Maaf buntut Tragedi Kecelakaan KA Bromo vs KRL di Stasiun Bekasi Timur

Dirut PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf atas tragedi kereta di Bekasi Timur.

Logompn

Published

on

Dirut KAI Minta Maaf buntut Tragedi Kecelakaan KA Bromo vs KRL di Stasiun Bekasi Timur
Dirut KAI Minta Maaf buntut Tragedi Kecelakaan KA Bromo vs KRL di Stasiun Bekasi Timur. Gambar: X/@keretaapikita

MPN Indonesia 30 April 2026 - Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), Bobby Rasyidin, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat dan keluarga korban menyusul kecelakaan kereta yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (27/4).

Kecelakaan tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka serta mengganggu perjalanan kereta.

Ia menyampaikan insiden itu menjadi perhatian serius bagi manajemen PT KAI karena berdampak pada keselamatan penumpang dan operasional perjalanan kereta.

“Pertama, tentunya kami tiada hentinya meminta permohonan maaf yang sebesar-besarnya ke seluruh masyarakat, khususnya para pengguna jasa atas kejadian kemarin ini di wilayah Bekasi Timur yang menimbulkan korban dan tentunya gangguan perjalanan kereta,” ujar Bobby kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).

“Permohonan maaf ini khususnya kami sampaikan pada keluarga korban, pelanggan, serta masyarakat yang terdampak baik secara langsung maupun tidak langsung,” imbuhnya.

Data Korban dan Kronologi Kecelakaan

Vice President (VP) Corporate Communication PT KAI Anne Purba melaporkan jumlah korban akibat kecelakaan kereta tersebut mencapai 107 orang.

“Hingga saat ini tercatat sebanyak 107 korban, terdiri dari 16 meninggal dunia dan 91 luka-luka,” kata Anne dalam keterangannya, Rabu (29/4).

Dari total 91 korban luka, sebanyak 43 penumpang telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan, sementara sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

PT KAI menyatakan fokus penanganan saat ini adalah memastikan seluruh korban memperoleh perawatan yang dibutuhkan serta keluarga mendapatkan informasi yang diperlukan.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik serta keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan,” ujar Anne.

Baca Juga:  12 Korban Kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur Masih Dirawat di Rumah Sakit

Komitmen Keselamatan dan Pemulihan Layanan

Dalam kesempatan yang sama, Bobby menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka.

Ia menyebut keselamatan sebagai prioritas utama bagi PT KAI dalam menjalankan operasional perkeretaapian.

“Mudah-mudahan arwahnya bisa diterima dan keluarga diberikan ketabahan yang sangat besar oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” tuturnya.

Bobby menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran atau penurunan standar keselamatan dalam layanan yang diberikan kepada pelanggan.

Menurutnya, peningkatan dan perbaikan akan terus dilakukan sebagai bagian dari evaluasi pascakecelakaan kereta tersebut.

“Selanjutnya kami sampaikan lagi permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini dan kami terus berkomitmen untuk melakukan peningkatan, perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” tegasnya.

“Tentunya kami terus berkomitmen menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan baik selama masa pemulihan maupun setelah masa pemulihan ini,” tambahnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending