Connect with us

Viral

Tiga Wisatawan Terseret Arus saat Banjir di Curug Cisadane

Tiga wisatawan terseret arus di Curug Cisadane akibat debit air naik mendadak. Satu korban ditemukan meninggal dunia.

Logompn

Published

on

Tiga Wisatawan Dikabarkan Terseret Arus saat Banjir di Curug Cisadane
Tiga Wisatawan Dikabarkan Terseret Arus saat Banjir di Curug Cisadane. Gambar: Instagram/@infodepok_id

Jawa Barat, MPN Indonesia 4 Mei 2026 - Sejumlah wisatawan yang tengah melakukan trekking dilaporkan terseret arus saat banjir dilaporkan terjadi di kawasan Curug Cisadane, Jawa Barat, pada Jumat (1/5).

Aktivitas trekking wisata berubah menjadi situasi darurat akibat cuaca buruk dan peningkatan debit air sungai secara tiba-tiba.

Tiga orang dilaporkan terseret arus dan satu di antaranya meninggal dunia setelah sempat hilang.

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula saat rombongan wisatawan melakukan trekking di Curug Cisadane sejak pagi hari.

Perjalanan berlangsung normal dengan kondisi hujan ringan hingga mereka tiba di lokasi sekitar siang hari.

Setelah beraktivitas seperti makan dan berfoto, rombongan memutuskan kembali.

Namun, saat perjalanan pulang, hujan deras mengguyur kawasan tersebut sehingga menyebabkan jalur menjadi licin, rawan longsor, serta meningkatkan debit air sungai secara signifikan.

Kondisi ini membuat arus menjadi deras dan berbahaya bagi para pengunjung yang melintasi jalur tersebut.

Dua orang berhasil diselamatkan oleh warga sekitar, sementara satu korban ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang.

Warga sekitar memberikan pertolongan pertama kepada korban selamat, menyediakan tempat istirahat sementara, serta melaporkan kejadian kepada pihak terkait.

Kondisi Lapangan

Perjalanan trekking di kawasan Curug Cisadane diketahui memiliki tingkat kesulitan tinggi.

Jalur yang harus ditempuh mencapai sekitar 14 hingga 17 kilometer dengan medan berupa hutan, tanjakan terjal, serta banyak aliran sungai.

Rombongan harus melintasi sekitar 12 aliran sungai yang berpotensi berbahaya saat debit air meningkat.

Pada salah satu penyeberangan awal, beberapa orang sempat dilaporkan terbawa arus.

Namun, seluruh anggota rombongan di titik tersebut berhasil diselamatkan dan melanjutkan perjalanan.

Situasi kemudian memburuk karena keterbatasan perlengkapan seperti jas hujan dan alat penerangan, serta kondisi fisik pengunjung yang menurun akibat kelelahan dan kedinginan.

Baca Juga:  Update Longsor Cisarua Bandung Barat, 25 Kantong Jenazah Berhasil Dievakuasi

Kejadian ini juga dipengaruhi oleh jumlah pengunjung yang melebihi kapasitas.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, batas maksimal pengunjung sekitar 150 orang, namun jumlah yang hadir mencapai kurang lebih 200 orang.

Sebagian dari mereka melakukan trekking tanpa didampingi pemandu, yang meningkatkan risiko saat terjadi perubahan kondisi cuaca secara mendadak.

(AKM/NID/RAD)

Trending