Connect with us

Berita

BPS: Dapur MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 mencapai 5,61%. Program MBG, konsumsi pemerintah, dan pembangunan SPPG jadi pendorong utama.

Logompn

Published

on

BPS Dapur MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI
BPS Dapur MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI. Gambar: YouTube/BPS Statistics

MPN Indonesia 9 Mei 2026 - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 5,61% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,87%.

Data tersebut disampaikan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, pada Senin dan Selasa (5/5).

Pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh aktivitas ekonomi domestik, termasuk pembangunan infrastruktur program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), percepatan belanja negara, serta pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR).

“Pertumbuhan jumlah SPPG ini memberikan berdampak positif terhadap pembentukan modal tetap bruto karena ada konstruksi fisik di situ. Pada triwulan I-2026, sampai dengan Maret 2026 terhadap Desember 2025, terjadi penambahan SPPG baru sebanyak 6.737 unit,” ujar Amalia.

BPS mencatat pembangunan dapur MBG atau SPPG menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dan sektor konstruksi.

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026 Menurut BPS

BPS mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku (ADHB) pada kuartal I-2026 sebesar Rp6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp3.447,7 triliun.

Secara kuartalan (quarter-to-quarter/qoq), ekonomi Indonesia terkontraksi 0,77%.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan terbesar terhadap PDB.

“Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 54,36% dan tumbuh 5,52%,” kata Amalia.

Komponen ini memberi andil 2,94% dari total pertumbuhan ekonomi 5,61%.

Sumber pertumbuhan lainnya berasal dari PMTB yang tumbuh 5,96% dengan andil 1,79%.

Baca Juga:  Menkes Sebut Keracunan Massal MBG Dipicu Bakteri hingga Zat Kimia

Konsumsi pemerintah memberi andil 1,26%, sementara komponen lainnya berkontribusi 0,77%.

Di sisi lain, net ekspor mencatat andil negatif 1,15% karena pertumbuhan impor sebesar 7,18% lebih tinggi dibandingkan ekspor yang tumbuh 0,90%. Konsumsi LNPRT tumbuh 6,28%.

Peran MBG dan SPPG dalam PMTB dan konstruksi

BPS menyebut investasi pembangunan SPPG sebagai bagian dari belanja modal yang tercatat dalam komponen PMTB.

Investasi tersebut mencakup pembangunan dapur serta penyediaan peralatan pendukung program makan bergizi gratis.

“Investasi SPPG ini kami rekam dalam belanja modal, baik untuk pembangunan dapur dan penyediaan alat-alat dapur serta belanja alat modal lainnya. Jadi, yang masuk ke dalam PMTB itu selain bangunan dapurnya, juga alat-alat dapur dan alat modal lainnya,” kata Amalia.

Amalia menyebut dorongan itu tercermin dari sektor konstruksi yang mencatat pertumbuhan 5,49% yoy.

Menurut BPS, pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas pembangunan infrastruktur oleh pemerintah maupun swasta.

“Konstruksi tumbuh menguat sejalan dengan meningkatnya aktivitas pembangunan infrastruktur fisik yang didorong oleh meningkatnya realisasi anggaran belanja modal pemerintah untuk sektor konstruksi, meningkatnya aktivitas konstruksi oleh swasta, salah satunya karena bertambahnya jumlah SPPG dan juga Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Amalia.

Lonjakan Belanja Negara dan Dampaknya

Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi belanja negara pada kuartal I-2026 mencapai Rp815 triliun, meningkat 31,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp620,3 triliun.

Salah satu pendorong utama kenaikan tersebut adalah belanja barang untuk program MBG yang meningkat dari sekitar Rp700 miliar pada kuartal I-2025 menjadi Rp54,4 triliun pada kuartal I-2026.

Selain berdampak pada PMTB dan konstruksi, program MBG juga tercermin pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum.

Baca Juga:  TNI AD Siap Bantu Pasokan MBG, Peternakan Ayam dan Lahan Pangan Mulai Dikaji

“Penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 13,14% karena MBG dan libur nasional,” ujar Amalia.

Selain itu, konsumsi pemerintah tercatat tumbuh 21,81% yoy pada kuartal I-2026, menjadi pertumbuhan tertinggi dalam lima tahun terakhir.

“Pertumbuhan konsumsi pemerintah pada kuartal ini merupakan pertumbuhan paling tinggi dalam lima tahun terakhir ini,” ujar Amalia.

(AKM/NID/RAD)

Trending