Connect with us

Internasional

Trump Tolak Mentah-Mentah Proposal Iran: Sama Sekali Tidak Dapat Diterima

Donald Trump menolak mentah-mentah proposal balasan yang diajukan Iran untuk mengakhiri perang 10 minggu di Timur Tengah.

Logompn

Published

on

Trump Tolak Mentah Mentah Proposal Iran Sama Sekali Tidak Dapat Diterima
Trump Tolak Mentah-Mentah Proposal Iran: Sama Sekali Tidak Dapat Diterima. Gambar: AP/Brendan McDermid via The Guardian

MPN Indonesia 12 Mei 2026 - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak mentah-mentah proposal balasan yang diajukan Iran untuk mengakhiri perang 10 minggu di Timur Tengah, dengan menyebutnya “sama sekali tidak dapat diterima”.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Minggu (10/5), setelah membaca tanggapan yang dikirim Teheran atas proposal damai terbaru Washington.

Penolakan tersebut terjadi ketika gencatan senjata yang berlaku sejak 7 April berada dalam kondisi kritis.

“Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut ‘Perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya — sama sekali tidak dapat diterima!” tulis Trump di Truth Social, dikutip MPN Indonesia dari CNBC, Selasa (12/5).

Respons keras dari AS itu muncul setelah Iran menyampaikan tanggapan melalui mediator Pakistan, yang menurut media pemerintah IRIB berfokus pada mengakhiri perang “di semua lini, terutama Lebanon” serta “memastikan keamanan pelayaran.”

“Kami tidak akan pernah tunduk kepada musuh, dan jika ada pembicaraan tentang dialog atau negosiasi, itu tidak berarti menyerah atau mundur,” ujar Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Perbedaan Pandangan AS dan Iran soal Nuklir

Kebuntuan antara Amerika Serikat dan Iran berpusat pada sejumlah isu utama, termasuk program nuklir Teheran.

Menurut laporan Wall Street Journal, Iran menolak tuntutan AS terkait penghentian penuh program nuklir serta pembongkaran fasilitas pengayaan uranium.

Sebagai alternatif, Teheran mengusulkan sebagian uranium yang sangat diperkaya diencerkan dan sisanya dipindahkan ke negara ketiga, dengan syarat uranium tersebut dikembalikan jika Washington menarik diri dari kesepakatan.

Selain itu, Iran menuntut ganti rugi perang, pengakhiran sanksi, pembebasan aset yang dibekukan, serta jaminan tidak ada serangan lanjutan.

Baca Juga:  Perdana Bertemu, Trump Sambut Hangat Zohran Mamdani di Gedung Putih

Ketegangan di Selat Hormuz

Teheran juga menekankan kedaulatannya atas Selat Hormuz, jalur air strategis yang biasanya mengangkut seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Sejak konflik dimulai pada 28 Februari melalui kampanye pengeboman AS-Israel, jalur tersebut menjadi titik tekanan utama.

Data pengiriman dari Kpler dan LSEG menunjukkan lalu lintas di Selat Hormuz menurun tajam.

Tiga kapal tanker bermuatan minyak mentah tercatat meninggalkan jalur tersebut pekan lalu dengan pelacak dimatikan.

Sementara itu, satu kapal tanker LNG Qatar melintasi selat untuk pertama kalinya sejak perang dimulai.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending