Connect with us

Lifestyle

Rutin Makan Telur Disebut Bisa Kurangi Risiko Alzheimer hingga 27 Persen

Berdasarkan penelitian dari Loma Linda University Health, rutin mengonsumsi telur disebut bermanfaat bagi kesehatan otak dan menurunkan risiko penyakit Alzheimer hingga 27 persen.

Logompn

Published

on

Rutin Makan Telur Disebut Bisa Kurangi Risiko Alzheimer hingga 27 Persen
Rutin Makan Telur Disebut Bisa Kurangi Risiko Alzheimer hingga 27 Persen. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 17 Mei 2026 - Rutin mengonsumsi telur disebut dapat membantu menurunkan risiko penyakit Alzheimer hingga 27 persen berdasarkan penelitian dari Loma Linda University Health di California, Amerika Serikat.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition tersebut melibatkan hampir 40 ribu lansia berusia 65 tahun ke atas yang terdaftar sebagai peserta Medicare dan diamati selama lebih dari 15 tahun.

Dikutip MPN Indonesia melalui Science Direct pada Minggu (17/5), studi ini meneliti hubungan antara frekuensi konsumsi telur dengan risiko Alzheimer, gangguan neurodegeneratif yang menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, dan keterampilan kognitif.

Penelitian tersebut juga mencatat bahwa peserta yang mengonsumsi telur lima kali atau lebih dalam seminggu memiliki risiko Alzheimer 27 persen lebih rendah dibanding mereka yang jarang atau tidak pernah makan telur.

Penurunan Risiko Alzheimer berdasarkan Frekuensi Konsumsi Telur

Penelitian tersebut membagi peserta ke dalam beberapa kelompok berdasarkan frekuensi konsumsi telur.

Hasilnya menunjukkan adanya hubungan antara tingkat konsumsi telur dengan penurunan risiko Alzheimer.

Peserta yang mengonsumsi telur satu sampai tiga kali per bulan diketahui memiliki risiko Alzheimer 17 persen lebih rendah dibanding kelompok yang jarang makan telur.

Sementara peserta yang makan telur dua hingga empat kali seminggu memiliki penurunan risiko sebesar 20 persen.

Kelompok dengan konsumsi telur tertinggi, yakni lima kali atau lebih dalam seminggu, mencatat penurunan risiko Alzheimer hingga 27 persen.

Selama masa penelitian berlangsung, sebanyak 2.858 peserta didiagnosis Alzheimer dari total hampir 40 ribu lansia yang menjadi bagian studi tersebut.

Baca Juga:  12 Fakta Tentang Cumi-Cumi, Hewan Berdarah Biru yang Otaknya Berbentuk Donat

Riset dilakukan menggunakan data catatan Medicare dan kuesioner pola makan peserta.

Seluruh peserta diketahui tidak memiliki diagnosis Alzheimer pada awal penelitian.

Kondisi kesehatan mereka kemudian dipantau selama rata-rata 15,3 tahun.

Kaitan Kandungan Nutrisi Telur dengan Kesehatan Otak

Peneliti menyebut telur mengandung sejumlah nutrisi penting yang berkaitan dengan kesehatan otak.

Salah satu kandungan utama pada telur adalah kolin yang berperan membantu tubuh memproduksi acetylcholine dan phosphatidylcholine.

Kedua senyawa tersebut diketahui penting untuk daya ingat dan membantu komunikasi antar sel otak tetap berjalan dengan baik.

Selain kolin, telur juga mengandung lutein dan zeaxanthin, yaitu jenis karotenoid yang menumpuk di jaringan otak.

Kandungan tersebut dikaitkan dengan kinerja kognitif yang lebih baik dan membantu menurunkan stres oksidatif pada otak.

Telur juga menyediakan asam lemak omega-3 yang disebut berperan menjaga kesehatan membran sel otak, memperlancar komunikasi antar sel saraf, serta membantu mengurangi peradangan.

Sementara itu, kuning telur diketahui kaya akan fosfolipid yang memiliki peran dalam fungsi reseptor neurotransmitter.

Konsumsi Telur Tetap Harus Seimbang

Meski penelitian menunjukkan hubungan antara konsumsi telur dan penurunan risiko Alzheimer, para peneliti menegaskan bahwa telur bukan obat untuk mencegah penyakit tersebut.

Manfaat konsumsi telur disebut tetap perlu didukung pola makan sehat secara keseluruhan.

Peneliti juga mengingatkan agar konsumsi telur dilakukan sebagai bagian dari diet seimbang dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu, disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum mengatur pola konsumsi telur.

Selain jumlah konsumsi, cara memasak telur juga dinilai memengaruhi manfaatnya.

Dalam penelitian disebutkan bahwa merebus telur dianggap lebih baik dibanding menggorengnya dengan tambahan lemak berlebih.

Baca Juga:  Daftar 20 Negara Paling Rajin Beribadah di Dunia, Indonesia Nomor 1

Temuan ini menjadi salah satu fakta unik terkait hubungan pola makan sehari-hari dengan kesehatan otak, khususnya pada kelompok lansia.

Penelitian tersebut sekaligus menambah data mengenai potensi manfaat telur dalam mendukung fungsi kognitif dan menurunkan risiko Alzheimer.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending