Connect with us

Viral

9 WNI Korban Penahanan Militer Israel Berhasil Tiba di Indonesia

Sembilan WNI korban penahanan Israel saat misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla akhirnya tiba di Indonesia.

Logompn

Published

on

9 WNI Korban Penculikan Israel Berhasil Tiba di Indonesia
9 WNI Korban Penculikan Israel Berhasil Tiba di Indonesia. Gambar: Instagram/@menluri

MPN Indonesia 25 Mei 2026 - Sembilan WNI yang menjadi korban penculikan Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) akhirnya tiba di Indonesia pada Minggu (24/5) sekitar pukul 16.00 WIB melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono pada Minggu (24/5) mengonfirmasi pembebasan tersebut.

“Alhamdulillah. Hari ini, 24 Mei 2026, 9 WNI relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 telah tiba kembali di Indonesia dengan selamat,” tulis Sugiono, dikutip MPN Indonesia melalui Instagram @menluri pada Senin (25/5).

Sebelumnya, ia menyebut pembebasan itu merupakan hasil koordinasi intensif melalui jalur diplomasi dan hubungan internasional, mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Kronologi Penculikan dan Penahanan

Penculikan terhadap ratusan aktivis dan relawan GSF dilakukan secara bertahap oleh militer Israel di perairan internasional mulai Senin (18/5).

Pada Rabu (20/5), Kementerian Luar Negeri RI memastikan seluruh sembilan WNI yang mengikuti misi tersebut telah diculik.

Mereka kemudian dibawa ke Pelabuhan Ashdod, Israel Selatan.

Selama penahanan, sejumlah WNI mengaku mengalami kekerasan.

“Saya mengalami beberapa kekerasan. Ditendang, mungkin 3-4 kali di bagian depan. (Bagian) belakang juga saya diinjak. Dan terakhir disetrum,” kata Rahendro Herubowo, saat ditanya aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi dalam video yang diunggah di Instagram Story @chikifawzi, Kamis (21/5).

Pernyataan serupa juga disampaikan jurnalis Tempo TV Andre Prasetyo Nugroho terkait perlakuan yang ia alami saat berada di Ashdod, Israel.

“Pas sudah sampai Ashdod, di tanah, wah itu paling keji. Enggak bisa saya maafin. Kepala saya mungkin ini cekung. Saya tahan pakai kepala, pakai jidat,” ungkap Andre.

Baca Juga:  Prabowo Saksikan Kesepakatan Perdamaian Perang Gaza di KTT Sharm El-Sheikh

“Tangan saya diikat ke belakang, diikat terlalu kencang, akhirnya peredaran darah enggak jalan dan itu bikin saya mau pingsan. Ini (menunjukkan pergelangan tangan) ditarik-tarik,” lanjutnya.

Proses Diplomasi dan Pembebasan

Menanggapi penculikan tersebut, Kemlu RI segera melakukan langkah diplomasi dan hubungan internasional.

Sugiono mengakui terdapat kendala dalam memantau kondisi warga negara Indonesia tersebut karena tidak adanya hubungan diplomatik dengan Israel.

“Jadi kita sudah melakukan komunikasi dengan teman-teman di Kementerian Luar Negeri di Jordan (Yordania) dan Turki untuk memastikan kondisi dari rekan-rekan kita yang di-intercept dan ditahan oleh Israel,” kata Sugiono di kompleks parlemen, Rabu (20/5).

Anggota Steering Committee GSF sekaligus koordinator GPCI, Maimun Herawati, menyebut peran Turki dalam pembebasan tersebut.

“Makanya Turki bersedia mengirimkan tiga pesawat, Alhamdulillah. Sehingga di situ saya merasa bahwasanya Turki behind the scene banyak membantu, terutama hotel di malam pertama pada saat teman-teman sudah turun, medical check-up, dan seterusnya,” ujar Maimun kepada wartawan pada Minggu (24/5).

Sugiono turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden atas arahannya, kepada para anggota Komisi I DPR RI, Global Sumud Flotilla, untuk Global Peace Convoy Indonesia. Khusus ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah Turki, Yordania, Mesir yang telah membantu. Khususnya pemerintah Turki yang membantu penjemputan saudara-saudara kita dari Ashdod (Israel),” ungkapnya.

Daftar 9 WNI yang Tiba di Indonesia

Berikut sembilan WNI yang menjadi korban penculikan Israel:

  1. Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa), Kapal Zapyro
    Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa), Kapal Zapyro
    Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat), Kapal Josef
    Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqso), Kapal Kasr-1
    Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171), Kapal Kasr-1
    Bambang Noroyono (Republika), Kapal BoraLize
    Thoudy Badai Rifan Billah (Republika), Kapal Ozgurluk
    Andre Prasetyo Nugroho (Tempo TV), Kapal Ozgurluk
    Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI dan Kontributor Media), Kapal Ozgurluk
Baca Juga:  Tiba di Pakistan, Prabowo Disambut Penampilan Angklung oleh Para WNI

Kepulangan sembilan WNI tersebut disambut puluhan kerabat dan masyarakat yang membawa bendera serta mengenakan kaffiyeh di pintu kedatangan bandara.

Sebelum kembali ke Indonesia, para warga negara Indonesia itu menjalani pemeriksaan kesehatan, visum, dan testimoni di Turki setelah dibebaskan pada Kamis (21/5).

(AKM/NID/RAD)

Trending