Connect with us

Berita

Fadli Zon Pastikan Buku Sejarah Indonesia versi Baru Bisa Diakses pada Agustus 2026

Fadli Zon memastikan buku Sejarah Indonesia versi terbaru dapat diakses publik mulai Agustus 2026 secara gratis melalui website pemerintah.

Logompn

Published

on

Fadli Zon Pastikan Buku Sejarah Indonesia versi Baru Bisa Diakses pada Agustus
Fadli Zon Pastikan Buku Sejarah Indonesia versi Baru Bisa Diakses pada Agustus 2026. Gambar: Instagram/@kemenkebud

MPN Indonesia 28 Mei 2026 - Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan buku sejarah Indonesia versi terbaru berjudul Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global dapat diakses publik mulai Agustus 2026.

Kepastian itu disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon seusai melaksanakan salat Iduladha di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (27/5).

Ia menjelaskan bahwa proses penulisan telah rampung dan saat ini buku tersebut masih dalam tahap penyuntingan desain sebelum resmi diakses masyarakat secara luas.

“Iya, diakses oleh publik Agustus,” kata Fadli dalam keterangannya kepada awak media.

Fadli menambahkan bahwa secara substansi buku tersebut telah terbit, namun masih dalam tahap penyempurnaan tampilan fisik.

“Sudah terbit sebenarnya, tapi sedang kita edit dengan perwajahannya, desain bukunya. InsyaAllah nanti bulan Agustus ini,” ujarnya.

Proses Penerbitan dan Akses Publik

Buku sejarah Indonesia tersebut difasilitasi oleh Kementerian Kebudayaan yang dipimpin Fadli Zon dan sebelumnya telah diluncurkan di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, pada Minggu, 14 Desember 2025.

Buku sejarah Indonesia ini disusun oleh 123 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di Indonesia.

Fadli menegaskan bahwa proses penulisan dilakukan oleh para ahli di bidang sejarah tanpa campur tangan dirinya secara langsung.

“Jadi ini ditulis oleh ahlinya, sejarawan Indonesia. 123 sejarawan dari 34 perguruan tinggi Indonesia. Jadi ini bukan ditulis oleh saya,” tegas Fadli.

Ia juga pernah menyatakan bahwa dirinya belum membaca isi buku tersebut saat peluncuran perdana pada Desember 2025.

“Buku ini satu lembar pun belum pernah saya lihat. Jadi saya tidak bohong,” ujarnya.

Editor umum buku tersebut, Singgih Tri Sulistiyono, menyatakan bahwa substansi buku sejarah nasional versi pemerintah itu telah rampung.

Baca Juga:  Meski Berpolemik, Kemenbud Tetap Resmikan Buku Sejarah Indonesia

Singgih yang merupakan Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro juga mengungkapkan bahwa peluncuran resmi direncanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kira-kira nanti hard launching pada hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia 17 Agustus,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia melalui Tempo pada Kamis (28/5).

Struktur dan Distribusi Buku

Berdasarkan data yang disampaikan, buku sejarah Indonesia tersebut terdiri dari 11 jilid dengan total sekitar 8.000 lembar.

Sebelas jilid itu meliputi:

  • Sejarah Awal Nusantara
  • Nusantara dalam Jaringan Global: India dan Cina
  • Nusantara dalam Jaringan Global: Timur Tengah
  • Interaksi dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi
  • Respons terhadap Penjajahan
  • Pergerakan Kebangsaan
  • Perang Kemerdekaan Indonesia
  • Masa Bergejolak dan Ancaman Integrasi
  • Orde Baru (1967–1998)
  • Era Reformasi (1999–2024)
  • Faktaneka dan Indeks.

Terkait distribusi, Fadli menyatakan bahwa buku tersebut tidak akan diperjualbelikan secara masif dan dapat diakses secara gratis dalam format digital.

“Kalau untuk yang sifatnya masif, tidak. Dan ini juga kan tidak diperjualbelikan. Nanti PDF-nya itu gratis,” kata Fadli di Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (8/1).

Ia menambahkan bahwa distribusi akan dilakukan melalui platform daring milik pemerintah.

“Nanti akan kita distribusikan di website-nya Kementerian Kebudayaan dan mungkin juga di website-website lain. Jadi pasti akan mudah untuk diakses,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending