Connect with us

Berita

Pemerintah Rogoh Rp7,8 Triliun untuk Stimulus Ekonomi II, Ada Diskon Pesawat

Pemerintah meluncurkan paket stimulus ekonomi 2026 senilai Rp7,8 triliun. Ada diskon tiket pesawat, kereta api, serta program magang nasional dan vokasi.

Logompn

Published

on

Pemerintah Rogoh Rp5,8 Triliun untuk Stimulus Ekonomi II, Ada Diskon Pesawat
Pemerintah Rogoh Rp5,8 Triliun untuk Stimulus Ekonomi II, Ada Diskon Pesawat. Gambar: Instagram/@airlanggahartarto_official

MPN Indonesia 30 Mei 2026 - Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi pada semester II/2026 dengan total anggaran mencapai Rp7,8 triliun untuk berbagai insentif transportasi, magang, dan vokasi.

Kebijakan ekonomi ini diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seusai rapat koordinasi terbatas bersama sejumlah menteri di kantornya, Jakarta, Selasa (26/5).

Program tersebut mulai digulirkan sebagian pada Kuartal II/2026 hingga periode libur Natal dan Tahun Baru 2026/2027, dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan mobilitas masyarakat dan penguatan tenaga kerja.

“Diskon transportasi dan juga diskon untuk angkutan udara ini selama liburan sekolah nanti dan juga untuk Nataru,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Selasa (26/5).

“Jadi itu yang tadi dibahas dan ini semuanya diharapkan bisa menjadi stimulus di kuartal ke-2,” tegasnya.

Insentif Transportasi Darat dan Laut

Untuk transportasi darat dan laut, pemerintah menyiapkan anggaran Rp351,9 miliar.

“Diskon transportasi untuk periode liburan sekolah Rp190,5 miliar dan periode Nataru Rp161,4 miliar, jadi total Rp351,9 miliar,” ungkap Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto kepada Bisnis, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (30/5).

Pada periode libur sekolah, diskon diberikan untuk tarif kereta api sebesar 30 persen pada 20 Juni–5 Juli 2026.

PT Pelni juga memberikan potongan 30 persen dari tarif dasar untuk perjalanan 20 Juni–15 Agustus 2026, sementara ASDP memperoleh pembebasan tarif jasa kepelabuhanan pada 20 Juni–5 Juli 2026.

Target penerima manfaat pada periode ini mencapai 3.074.899 orang.

Untuk periode Nataru, diskon tarif kereta api sebesar 30 persen berlaku pada 22 Desember 2026–4 Januari 2027.

Baca Juga:  Pemerintah Wajibkan Ayah Antar Anak Sekolah Hari Pertama, Pentingkah?

PT Pelni memberikan potongan 30 persen untuk perjalanan 17 Desember 2026–10 Januari 2027, sedangkan ASDP memperoleh pembebasan tarif jasa kepelabuhanan pada 22 Desember 2026–10 Januari 2027.

Target penerima manfaatnya mencapai 2.874.581 orang.

Insentif PPN DTP untuk Tiket Pesawat

Di sektor udara, pemerintah menyiapkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi.

Total anggarannya mencapai Rp1.194,7 miliar, terdiri dari Rp472,7 miliar untuk periode libur sekolah 24 Juni–5 Juli 2026 dengan target 2,3 juta penumpang, serta Rp722 miliar untuk periode Nataru 22 Desember 2026–10 Januari 2027 dengan target 3,7 juta penumpang.

Selain PPN DTP, pemerintah juga menambahkan diskon PJP2U atau airport tax sebesar 50 persen dan PJP4U sebesar 50 persen pada periode Nataru.

Magang Nasional dan Vokasi

Di luar sektor transportasi, stimulus ini mencakup program magang nasional tahap keempat pada Juli 2026 dengan anggaran Rp4,14 triliun untuk 150.000 peserta.

Pemerintah juga menyiapkan program vokasi nasional dengan alokasi Rp1,87 triliun hingga Rp2,12 triliun.

Program ini ditujukan bagi 220.000 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 50.000 pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Selain itu, paket stimulus juga akan mencakup insentif PPh final sebesar 1,5 persen bagi penulis, dengan syarat buku memiliki International Standard Book Number (ISBN).

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending