Connect with us

Selebriti

Vicky Prasetyo Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penipuan Rp213 Juta

Vicky Prasetyo dilaporkan ke Polda Jawa Timur atas dugaan penipuan dan penggelapan dalam transaksi pengadaan perangkat audio senilai Rp213 juta.

Logompn

Published

on

Vicky Prasetyo Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penipuan Rp213 Juta
Vicky Prasetyo Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penipuan Rp213 Juta. Gambar: Instagram/@vickyprasetyo777

MPN Indonesia 16 Juni 2026 - Vicky Prasetyo dilaporkan ke Polda Jawa Timur atas dugaan penipuan dan penggelapan dalam transaksi pengadaan perangkat audio senilai Rp213 juta.

Laporan tersebut diajukan oleh pengusaha asal Surabaya, Fajar Ramadhon, pemilik Kapten Audio Surabaya, pada Kamis (11/6).

Dugaan kasus itu terkait dengan kerja sama pemasangan sound system untuk sebuah kafe di Semarang, Jawa Tengah.

“Ya benar, ada laporan yang masuk terkait dugaan peristiwa tersebut. Laporannya baru kami terima dari masyarakat kemarin (Kamis) dan sampai ke penyidik (Jumat),” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast kepada wartawan, Senin (15/6).

Awal Mula Kenal dengan Vicky

Fajar mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali mengenal Vicky Prasetyo melalui pertemuan di restorannya di Surabaya.

“Jadi awal pertama kali ketemu Mas Vicky ini di restoran saya. Jadi saudara Vicky dan timnya itu semua saya undang makan di tempat restoran saya. Kebetulan saya juga nge-fans sama Mas Vicky,” katanya, dikutip MPN Indonesia dari YouTube Reyben Entertainment.

Hubungan keduanya kemudian terjalin selama beberapa bulan hingga muncul rencana Vicky untuk membangun kafe di Semarang.

Fajar mengaku diminta untuk menyediakan perangkat audio. Setelah dilakukan survei langsung, perangkat disepakati dan dikirim ke lokasi kafe.

Kesepakatan Skema Pembayaran

Dalam kesepakatan awal, pembayaran dilakukan dengan skema uang muka 50 persen setelah pemasangan, sementara sisanya dicicil selama tiga bulan.

“Katanya pembayarannya, barang datang saya dibayar 50 persen, sisanya dicicil tiga bulan,” tutur Fajar.

Namun, setelah perangkat terpasang, pembayaran disebut tidak terealisasi. Fajar mengaku telah beberapa kali menagih.

Baca Juga:  Rumah Resbobb Digeruduk Warga usai Hina Suku Sunda

“Saya tanya masalah DP, dijawab nanti dulu. Saya pikir mungkin karena baru buka usaha, mungkin lagi sibuk. Sampai puncaknya ini saya sudah cukup sabar gitu loh,” katanya.

“Saya sudah bilang, tolong jaga kepercayaan saya karena saya juga dipercaya bos saya. Tapi ternyata sampai sekarang belum ada pembayaran sama sekali,” sambungnya.

Merasa dirugikan, Fajar akhirnya menempuh jalur hukum setelah dua kali somasi tidak mendapat respons.

Tanggapan Vicky Prasetyo

Menanggapi laporan tersebut, Vicky Prasetyo memberikan pernyataan terkait kualitas perangkat audio yang dipasang.

“Sound-nya kualitas buruk, saya bilang suruh ambil dari tempat saya,” kata Vicky, Jumat (12/6).

Vicky juga mengaku telah meminta manajemen kafe untuk mengembalikan perangkat tersebut.

“Saya sudah sampaikan sama GM saya untuk angkut dan saya sudah banyak buat video promo untuk tokonya dia,” tandasnya.

(ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending