Olahraga
Son Heung-min Disindir soal Wamil, Timnas Korea Selatan Boikot Media Sendiri di Piala Dunia
Timnas Korea Selatan memboikot media lokal setelah Son Heung-min menjadi sasaran ejekan terkait wajib militer.
MPN Indonesia 18 Juni 2026 - Timnas Korea Selatan memboikot media lokal setelah kapten mereka, Son Heung-min, menjadi sasaran ejekan terkait wajib militer.
Keputusan itu muncul setelah rekaman percakapan sejumlah wartawan Korea Selatan bocor dan viral di media sosial, sehingga memicu kemarahan para pemain yang sedang bersiap menghadapi Piala Dunia 2026.
Aksi boikot dilakukan dengan menolak wawancara, termasuk di mixed zone, sebagai bentuk protes terhadap komentar yang dinilai tidak pantas.
Dalam rekaman yang beredar, terdengar beberapa komentar yang menyindir Son Heung-min saat sesi latihan.
“Apakah kamu berlari seperti pemimpin peleton hanya karena kamu kapten? Dia berlari seolah-olah sedang di militer,” kata suara pria dalam video tersebut, dikutip MPN Indonesia melalui The Asia Business Daily pada Kamis (18/6).
“Orang-orang ini bahkan belum pernah masuk militer, sial,” komentar yang lainnya.
Kronologi Insiden dan Reaksi Tim
Peristiwa ini terjadi saat tim korea selatan menjalani sesi latihan terbuka di Verde Valle, Guadalajara, Meksiko, sebagai bagian dari persiapan Piala Dunia 2026.
Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi situasi tersebut.
“Kami menyampaikan penyesalan atas pernyataan yang tidak pantas yang dibuat oleh beberapa awak media selama latihan tim nasional di kamp pelatihan Guadalajara,” tulis pernyataan KFA.
“Dengan rasa tanggung jawab untuk mewakili Korea Selatan di panggung global Piala Dunia, Taegeuk Warriors melakukan yang terbaik untuk membalas dukungan dan harapan masyarakat,” lanjut pernyataan tersebut.
KFA menegaskan bahwa kebocoran percakapan tersebut telah menimbulkan dampak besar bagi tim.
“Namun, kebocoran percakapan yang tidak pantas baru-baru ini antara beberapa pejabat media di lokasi latihan telah menyebabkan kejutan dan kekecewaan besar bagi tim,” ujarnya.
Timnas Korea Selatan Menolak Diwawancarai
Sebagai respons atas insiden tersebut, para pemain Korea Selatan sepakat untuk memboikot media domestik selama Piala Dunia 2026.
Mereka menolak memberikan wawancara sebagai bentuk solidaritas terhadap son heung min dan sebagai protes terhadap perlakuan yang diterima.
Boikot ini tidak hanya berdampak pada media lokal, tetapi juga memengaruhi media asing yang meliput piala dunia.
Wartawan tidak dapat melakukan wawancara di mixed zone karena para pemain memilih untuk tidak berinteraksi dengan media.
Jurnalis ESPN Meksiko, Jesus Bernal, mengungkapkan adanya ketegangan saat pertemuan antara pihak KFA dan media.
Ia dan wartawan asing lainnya diminta untuk meninggalkan ruangan.
Selain itu, kepala tim media KFA dilaporkan mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden yang terjadi.
Pihak media yang terlibat juga telah menyampaikan permintaan maaf, yang disebut telah diterima oleh Son Heung-min secara pribadi.
Latar Belakang Wajib Militer Son Heung-min
Isu wajib militer menjadi salah satu pemicu utama komentar yang diarahkan kepada Son Heung-min.
Di Korea Selatan, seluruh pria diwajibkan menjalani dinas militer selama 18 hingga 21 bulan.
Namun, Son Heung-min mendapatkan pengecualian setelah membawa timnas meraih medali emas di Asian Games 2018.
Meski memperoleh pengecualian, Son Heung-min tetap menjalani pelatihan dasar militer selama tiga pekan pada 2020.
Status tersebut kerap menjadi bahan perdebatan dan kembali mencuat dalam insiden di Piala Dunia 2026 ini.
KFA juga menegaskan pentingnya menjaga lingkungan peliputan yang sehat.
“Kami menghormati kebebasan pers dan peran media,” tulis pernyataan KFA.
“Namun, kami juga akan terus memprioritaskan perlindungan terhadap para pemain dan menciptakan lingkungan peliputan yang sehat,” lanjutnya.
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai durasi boikot yang dilakukan Timnas Korea Selatan terhadap media domestik selama Piala Dunia 2026.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
