Connect with us

Internasional

Korea Selatan Dilanda Hujan Lebat dan Tanah Longsor, 1 Orang Tewas

Banjir dan longsor melanda Korea Selatan setelah hujan ekstrem mengguyur Geoje. Satu orang tewas, empat terluka, dan ratusan warga mengungsi.

Logompn

Published

on

Korea Selatan Dilanda Hujan Lebat dan Tanah Longsor, 1 Orang Tewas
Korea Selatan Dilanda Hujan Lebat dan Tanah Longsor, 1 Orang Tewas. Gambar: Yonhap via AP/Kim Dong-min

MPN Indonesia 20 Agustus 2026 - Hujan lebat yang mengguyur Korea Selatan sejak Sabtu (15/8) memicu banjir dan longsor di Provinsi Gyeongsang Selatan, Kota Geoje.

Hujan berintensitas tinggi juga memaksa ratusan warga mengungsi, memicu pemadaman listrik, serta merendam sejumlah fasilitas umum.

Pihak berwenang menyatakan curah hujan yang turun dalam dua hari setara dengan hujan selama satu musim panas.

Longsor Timpa Apartemen di Geoje

Korban meninggal dunia ditemukan setelah longsor menimpa sebuah gedung apartemen di Geoje pada Senin pagi.

Polisi dan petugas pemadam kebakaran evakuasi tiga penghuni dari bangunan tersebut.

Salah seorang korban ditemukan dalam kondisi henti jantung dan kemudian dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Selain korban jiwa, empat orang lainnya mengalami luka-luka.

Rincian korban luka, yaitu 2 orang terluka di Kota Geoje dan 2 orang lainnya terluka di kota-kota sekitar.

Curah Hujan Tinggi

Wilayah selatan Korea Selatan menerima curah hujan sangat tinggi sejak akhir pekan.

Geoje catat 805,7 mm hujan dari Sabtu hingga Senin pukul 08.00 waktu setempat.

Curah hujan kumulatif mencapai 912 mm hingga Senin pukul 18.00 waktu setempat.

Selama satu jam, Geoje catat 124,5 mm hujan, tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 1972.

Sementara, Tongyeong menerima 671,9 mm hujan dalam periode yang sama.

Wilayah lain di Provinsi Gyeongsang Selatan mencatat curah hujan sekitar 240–340 mm.

Pejabat cuaca menyatakan, Provinsi Gyeongsang Selatan menerima curah hujan setara satu musim panas hanya dalam waktu dua hari.

Rekor curah hujan harian juga tercatat di Geoje dan Tongyeong.

Baca Juga:  China Tutup Sekolah dan Bisnis di 10 Kota Jelang Kedatangan Topan Super Ragasa

Banjir Ganggu Aktivitas Warga

Selain picu banjir, hujan deras sebabkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah.

Pihak berwenang melaporkan sekitar 390 warga harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Pemadaman listrik juga terjadi di sekitar 3.580 rumah.

Sebanyak 12 sekolah dan taman kanak-kanak terendam banjir.

Puluhan laporan kerusakan dan kecelakaan diterima petugas pemadam kebakaran.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kendaraan terendam ketika arus air menyapu jalan-jalan di Geoje.

Pemerintah kota juga menutup beberapa tempat wisata pada Senin.

Operasional bus dan layanan pengangkutan sampah rumah tangga dihentikan karena banyak ruas jalan tergenang atau mengalami kerusakan.

Pemerintah Kerahkan Upaya Penyelamatan

Sebelum kondisi memburuk, pihak berwenang telah meminta masyarakat hindari perjalanan berkendara, menjauhi tepi sungai, serta segera mengungsi apabila diperlukan.

Perdana Menteri Han Seong Sook instruksikan polisi, petugas pemadam kebakaran, dan instansi terkait untuk mengerahkan upaya penyelamatan bagi warga yang terjebak.

Sekaligus warga yang berada dalam risiko akibat cuaca ekstrem.

Hingga Senin, hujan masih terus mengguyur sebagian wilayah selatan Korea Selatan.

Upaya evakuasi dan penanganan dampak bencana alam masih berlangsung

Pemerintah terus memantau perkembangan cuaca serta kondisi wilayah terdampak banjir dan longsor, terutama di Geoje dan kawasan sekitarnya.

(RAD/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending