Connect with us

Lifestyle

Khutbah Jumat Bulan Muharram tentang Hijrah, FOMO, dan Media Sosial

Teks khutbah Jumat Muharam 1448 H tentang makna hijrah di era digital, bahaya FOMO, bijak menggunakan media sosial.

Logompn

Published

on

Khutbah Jumat Bulan Muharram tentang Hijrah, FOMO, dan Media Sosial
Khutbah Jumat Bulan Muharram tentang Hijrah, FOMO, dan Media Sosial. Gambar: Ilustrasi Canva

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْاِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْاِيْمَانِ، اَلْغَنِيِّ الَّذِيْ لَمِ تَزَلْ سَحَائِبُ جُوْدِهِ تَسِحُّ الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، العَلِيْمِ الَّذِيْ لَا يَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ الْجَنَانِ، اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَاتَغِيْضُ نَفَقَاتُهُ بِمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ. أَحْمَدُهُ حَمْدًا يَفُوْقُ الْعَدَّ وَالْحُسْبَانَ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مِنْهُ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ أَوَّلاً بِتَقْوَى اللهِ تَعَالىَ وَطَاعَتِهِ بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ اُولٰۤىِٕكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ.

MPN Indonesia 19 Juni 2026 - Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Bulan Muharram yang sedang kita masuki adalah bulan yang agung dan mulia.

Ia merupakan awal tahun Hijriah sekaligus termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan oleh Allah SWT. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ۝٣٦

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah: 36).

Muharram juga mengingatkan kita pada peristiwa besar dalam sejarah Islam, yaitu hijrah Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah.

Baca Juga:  Tak Cukup Sekadar Niat, Ini Syarat dan Tata Cara Kurban yang Sering Dilupakan

Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan perpindahan menuju kehidupan yang lebih baik, lebih dekat kepada Allah, dan lebih bermanfaat bagi sesama.

Oleh karena itu, momentum Muharram hendaknya menjadi kesempatan bagi kita untuk melakukan evaluasi diri.

Sudah sejauh mana perubahan yang telah kita lakukan? Sudahkah kita berhijrah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan yang diridai Allah?

Sebab hakikat hijrah yang sesungguhnya bukan hanya berpindah tempat, tetapi berpindah dari kemaksiatan menuju ketaatan.

Rasulullah SAW bersabda:

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

Artinya: “Seorang muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya, dan seorang Muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” (HR. Bukhari).

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Jika dahulu hijrah dilakukan dengan meninggalkan kampung halaman demi mempertahankan keimanan, maka pada zaman sekarang hijrah memiliki bentuk yang berbeda.

Kita hidup di era digital, di mana berbagai informasi dapat diakses hanya melalui genggaman tangan.

Teknologi membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan berbagai tantangan yang harus kita hadapi dengan iman dan ketakwaan.

Salah satu tantangan yang banyak dirasakan masyarakat saat ini adalah fenomena Fear of Missing Out atau yang dikenal dengan istilah FOMO.

FOMO adalah perasaan takut tertinggal tren, takut dianggap tidak mengikuti perkembangan, serta keinginan untuk selalu mengetahui dan mengikuti apa yang dilakukan orang lain.

Akibatnya, banyak orang menghabiskan waktunya berjam-jam di media sosial.

Mereka terus membandingkan kehidupan dirinya dengan kehidupan orang lain yang terlihat lebih bahagia, lebih sukses, dan lebih sejahtera.

Padahal, apa yang tampak di media sosial belum tentu menggambarkan kenyataan yang sebenarnya.

Kondisi ini dapat melahirkan penyakit hati berupa iri, dengki, tidak bersyukur, bahkan merasa hidupnya kurang berarti.

Padahal, Allah SWT telah mengingatkan agar kita tidak berlebihan memandang kenikmatan yang dimiliki orang lain.

Karena itu, pada bulan Muharram ini marilah kita berhijrah dari budaya membandingkan diri dengan orang lain menuju sikap qana’ah, yaitu merasa cukup terhadap nikmat yang Allah berikan dan terus berusaha memperbaiki diri. Kita tidak perlu berlomba-lomba mencari pengakuan manusia, tetapi berlomba-lomba mencari rida Allah SWT.

Baca Juga:  Isra Miraj 2026 Kapan? Cek Tanggalnya di Sini!

MPN Indonesia 19 Juni 2026 - Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Hijrah di era digital juga berarti memperbaiki cara kita menggunakan media sosial.

Jangan sampai media sosial yang seharusnya menjadi sarana kebaikan justru menjadi jalan datangnya dosa.

Berapa banyak fitnah, ghibah, ujaran kebencian, dan penyebaran berita bohong yang berawal dari satu tombol yang kita tekan tanpa berpikir panjang.

Islam mengajarkan prinsip tabayyun atau klarifikasi sebelum menyebarkan informasi. Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ ۝٦

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6).

Maka sebelum membagikan berita, sebelum mengirim pesan, sebelum menulis komentar, hendaknya kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah informasi ini benar? Apakah bermanfaat? Apakah akan mendatangkan kebaikan atau justru menimbulkan kerusakan?

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Selain memperbaiki diri, Muharram juga mengajarkan kita untuk memperkuat kepedulian sosial.

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya memperbanyak amal saleh pada bulan ini, termasuk berpuasa pada hari Asyura. Beliau bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim).

Di samping itu, para ulama juga menganjurkan memperbanyak sedekah, membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, serta meluaskan nafkah kepada keluarga.

Semua itu merupakan wujud nyata dari semangat hijrah menuju pribadi yang lebih peduli dan lebih bermanfaat bagi sesama.

Tidak hanya dalam ibadah, nilai hijrah juga harus tampak dalam pekerjaan dan muamalah kita.

Baca Juga:  Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Mengisi Bulan Sya'ban dengan Beberapa Amaliyah Rasulullah SAW

Pedagang hendaknya jujur dalam transaksi, tidak menipu dan tidak memanipulasi informasi.

Para pegawai dan karyawan hendaknya bekerja dengan amanah dan profesional.

Para pendidik hendaknya memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran yang tetap berlandaskan akhlak dan nilai-nilai keislaman.

Marilah kita jadikan tahun baru Hijriah ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperbaiki keluarga, memperbaiki cara bermedia sosial, memperbaiki akhlak dalam bekerja, dan memperkuat kepedulian sosial.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang mampu berhijrah dari keburukan menuju kebaikan, dari kelalaian menuju ketaatan, dan dari kemaksiatan menuju rida-Nya.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمِ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending