Connect with us

Politik

Luhut Sebut Perencanaan MBG Kurang Matang, Bantu BGN Evaluasi

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengakui perencanaan program MBG belum disiapkan secara matang sehingga menimbulkan berbagai persoalan.

Logompn

Published

on

Luhut Sebut Perencanaan MBG Kurang Matang, Bantu BGN Evaluasi
Luhut Sebut Perencanaan MBG Kurang Matang, Bantu BGN Evaluasi. Gambar: Instagram/@luhut.pandjaitan

MPN Indonesia 26 Juni 2026 - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengakui perencanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum disiapkan secara matang sehingga menimbulkan berbagai persoalan dalam pelaksanaannya.

“Masalah kita adalah ide-ide besar presiden tidak kita siapkan perencanaannya yang matang. Itu salah kita semua,” ujar Luhut dalam seminar di kantor DEN, Kamis (25/6).

Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul seharusnya dapat diminimalisasi apabila perencanaan dilakukan dengan studi yang lebih mendalam sebelum program dijalankan.

Pelaksanaan MBG di sejumlah wilayah, khususnya daerah 3T, menunjukkan ketidaksesuaian data dan kondisi di lapangan setelah anggaran program dicairkan.

“Karena ini sudah kejadian, tidak bisa dipotong begitu saja. Karena 3T yang dibilang itu ternyata banyak yang tidak benar, padahal sudah keluar uangnya,” ucapnya.

Bantu BGN Lakukan Evaluasi

Luhut menyebut DEN saat ini masih terus memberikan masukan kepada tim penyelenggara MBG untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada.

Pembahasan mengenai evaluasi dilakukan bersama dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti Badan Gizi Nasional (BGN) dan kementerian terkait.

“Tim Makan Bergizi juga undang Dewan Ekonomi tadi malam rapat dan kita memberikan masukan, terpaksa memperbaiki yang sebenarnya tidak perlu diperbaiki kalau kita mulai dari awal, daerah 3T misalnya,” kata Luhut.

Sebagai bagian dari evaluasi, DEN telah melakukan kajian di sekitar 800 titik di berbagai wilayah Indonesia.

Kajian tersebut bertujuan memetakan persoalan kemiskinan sekaligus menyusun rekomendasi agar implementasi MBG menjadi lebih efektif.

(AKM/NID/RAD)

Baca Juga:  Kepala BGN Selidiki Ompreng yang Diduga Mengandung Minyak Babi

Trending