Connect with us

Berita

Update Korban Gempa NTT: 83 Orang Meninggal Dunia

Update gempa NTT magnitudo 7,7: korban meninggal mencapai 83 orang, 986 luka, 110.785 mengungsi, dan 44.946 rumah rusak.

Logompn

Published

on

Update Korban Gempa NTT 83 Orang Meninggal Dunia
Update Korban Gempa NTT: 83 Orang Meninggal Dunia. Gambar: Reuters/Willy Kurniawan

Nusa Tenggara Timur, MPN Indonesia 22 Agustus 2026 - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 83 jiwa hingga Jumat (21/8) pukul 16.00 WIB.

Data tersebut disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui konferensi pers.

Penambahan delapan korban berasal dari dampak tidak langsung gempa yang guncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8).

Selain korban meninggal, jumlah korban luka, pengungsi, rumah rusak, serta gempa susulan juga terus diperbarui.

“Pada hari ini pukul 16.00 WIB, Jumat, 21 Agustus 2026, jumlah yang meninggal menjadi 83 jiwa, yang semula kemarin kami sampaikan 75 jiwa, bertambah 8 jiwa,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan, dikutip MPN Indonesia dari YouTube BNPB Indonesia pada Sabtu (22/8).

Korban Meninggal Bertambah di Empat Kabupaten

Penambahan korban tambahan meninggal akibat dampak tidak langsung dari bencana alam tersebar di empat kabupaten.

Rincian korban meninggal tambahan, yaitu:

  • Kabupaten Manggarai: 2 orang
  • Kabupaten Manggarai Timur: 2 orang
  • Kabupaten Nagekeo: 3 orang
  • Kabupaten Ngada: 1 orang

Korban Luka dan Pengungsi Terus Meningkat

Selain jumlah korban meninggal, data terbaru juga menunjukkan peningkatan jumlah korban luka pada Jumat (21/8).

“Sedangkan jumlah yang luka ada sebanyak 986 jiwa, yang semula kami laporkan 907 jiwa, bertambah sebanyak 79 jiwa,” kata Berton.

Jumlah warga yang mengungsi juga bertambah dibandingkan laporan sebelumnya.

“Sedangkan yang mengungsi hari ini bertambah lagi, yang semula kami sampaikan 92.735 jiwa kemarin, hari ini bertambah menjadi 110.785 jiwa,” ujarnya.

Baca Juga:  Sentil Gibran yang Janji Pasang Starlink untuk Warga Aceh, Susi Pudjiastuti: Tinggal Datang dan Pasang

Puluhan Ribu Rumah Mengalami Kerusakan

Di sisi lain, BNPB catat sebanyak 44.946 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi di wilayah terdampak.

Berikut rincian kerusakan rumah, yaitu:

  • Rusak berat: 17.176 unit
  • Rusak sedang: 9.758 unit
  • Rusak ringan: 18.013 unit

Kabupaten dengan jumlah rumah rusak terbanyak adalah Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Manggarai.

Sementara, data BNPB catat sejumlah wilayah kategori rumah rusak berat, yaitu:

  • Manggarai Timur: 5.962 unit
  • Manggarai: 3.148 unit
  • Manggarai Barat: 3.050 unit

BNPB menyatakan pendataan kerusakan rumah masih terus dilakukan.

Data tersebut akan diperbarui sesuai hasil verifikasi di lapangan.

Gempa Susulan Masih Terjadi

Sementara itu, aktivitas gempa susulan masih berlangsung di Nusa Tenggara Timur sejak gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8).

“Gempa susulan saat ini yang bisa BMKG laporkan, sampaikan kepada kami, adalah 4.258 kali dan yang terbesar itu ada 6,2 magnitude dan yang terkecil itu 1,1 magnitude. Sedangkan yang bisa dirasakan oleh warga, gempa susulan tersebut sebanyak 118 kali,” ungkap Betron.

Pendataan dan Distribusi Bantuan Masih Berlangsung

BNPB menyatakan proses pemutakhiran data korban dan kerusakan masih dilakukan seiring perkembangan di lapangan.

Pemerintah juga prioritaskan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak bencana alam.

Selain itu, BNPB pastikan distribusi bantuan kepada warga terdampak NTT dilakukan melalui jalur udara, darat, dan laut.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending