Connect with us

Berita

KAI Bangun Dua Blok Rusun Dekat Stasiun Manggarai

PT KAI membangun 3.784 unit rusun MBR di dekat Stasiun Manggarai, Jakarta. Simak tipe unit dan perkiraan harga mulai Rp406 juta.

Logompn

Published

on

KAI Bangun Dua Blok Rusun Dekat Stasiun Manggarai
KAI Bangun Dua Blok Rusun Dekat Stasiun Manggarai. Gambar: Kolase Instagram/@kaiproperti

MPN Indonesia 25 Agustus 2026 - PT KAI memulai pembangunan dua blok rusun di kawasan dekat Stasiun Manggarai, Jakarta, melalui proyek hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Jumat (21/8).

Proyek ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 2,2 hektare dengan total 3.784 unit yang ditargetkan selesai dalam 18 bulan. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari kebijakan pemerintah di sektor perumahan yang ditujukan bagi MBR.

“Kami laporkan saat ini kita akan melakukan groundbreaking terhadap hunian yang terjangkau di kawasan Manggarai ini yang terdiri dari dua blok, yaitu Blok G dan Blok F, dengan luas total sekitar 2,2 hektare,” kata Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam keterangannya.

Pembangunan dilakukan di atas lahan berstatus Hak Pengelolaan Lahan (HPL) milik perusahaan.

Kawasan hunian dirancang sebagai hunian vertikal di tengah kawasan perkotaan dengan akses transportasi yang terintegrasi.

Delapan Tower Dibangun di Dua Blok

Proyek hunian dibagi menjadi dua kawasan, yakni Blok G dan Blok F. Seluruh bangunan memiliki tinggi 24 lantai.

Rinciannya meliputi:

  • Blok G
    • Tower A: 352 unit
    • Tower B: 418 unit
    • Tower C: 506 unit
    • Total: 1.276 unit
  • Blok F
    • Tower 1: 572 unit
    • Tower 2: 572 unit
    • Tower 3: 528 unit
    • Tower 4: 308 unit
    • Tower 5: 528 unit
    • Total: 2.508 unit

Selain hunian, kawasan tersebut juga akan dilengkapi 150 unit ritel pendukung. Fasilitas itu terdiri atas 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F.

“Konsepnya adalah akan ada 3 plus 5 hunian vertikal yang terdiri dari 24 lantai dengan total 3.784 unit hunian, terdiri dari 1.276 unit di Blok G dan 2.508 unit di Blok F, serta nantinya dilengkapi dengan 150 unit retail pendukung, yaitu 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F,” ujar Bobby.

Baca Juga:  Komdigi: PP Tunas jadi Aturan Perlindungan Anak Pertama di Dunia yang Dipatuhi Roblox

Pilihan Unit Disesuaikan dengan Kebutuhan Penghuni

Hunian menyediakan beberapa tipe unit untuk menyesuaikan kebutuhan ruang calon penghuni.

Di Blok G tersedia:

  • Studio 28 meter persegi
  • Tipe 36 dengan dua kamar tidur
  • Tipe 45 dengan dua kamar tidur

Sementara di Blok F tersedia:

  • Tipe 36 dengan dua kamar tidur
  • Tipe 45 dengan dua kamar tidur
  • Tipe 52 dengan tiga kamar tidur

“Variasi unit mulai dari Studio (ukuran 28 meter persegi), Tipe 36 (2 kamar tidur), dan Tipe 45 (2 kamar tidur),” kata Bobby.

“Dengan variasi Tipe 36 (2 kamar tidur), Tipe 45 (2 kamar tidur), serta Tipe 52 (3 kamar tidur).”

Harga Mengacu pada Batas Atas Pemerintah

Hunian diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryanti memastikan seluruh unit ditujukan bagi kelompok tersebut.

“Jadi, MBR. Tadi saya cek semuanya buat MBR,” ujar Sri.

Pemerintah menetapkan batas atas harga jual rusunami di lokasi tersebut sebesar Rp14,5 juta per meter persegi.

Perkiraan harga berdasarkan luas unit meliputi:

  • Studio 28 meter persegi: sekitar Rp406 juta
  • Tipe 36: sekitar Rp522 juta
  • Tipe 45: sekitar Rp652,5 juta
  • Tipe 52: sekitar Rp754 juta

Sri menjelaskan harga tersebut merupakan batas tertinggi sehingga harga jual kepada masyarakat masih dapat berada di bawah nilai tersebut.

“Karena ini Jakarta Pusat, harga jual paling tingginya Rp14,5 juta per meter persegi. Dan itu pada batas atas,” kata Sri.

Penerima Hunian Mengikuti Ketentuan Pemerintah

Pengembangan kawasan dilakukan untuk menyediakan hunian layak di kawasan perkotaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Pelaksanaan program mengikuti persyaratan dan kualifikasi yang telah ditetapkan pemerintah sebagai bagian dari kebijakan publik di bidang perumahan.

Baca Juga:  Pramono Siapkan Opsi WFH dan PJJ jika Cuaca Ekstrem Melanda Jakarta

Bobby mengatakan pihaknya akan menjaga tata kelola pelaksanaan agar sasaran penerima manfaat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Demikian laporan singkat yang bisa kami sampaikan pada pagi hari ini. Semoga groundbreaking ini merupakan momentum untuk kita memulai fisik pengerjaan dari hunian layak, hunian yang terjangkau, dan terutama hunian di tengah kota untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang sesuai dengan Permen yang telah dikeluarkan oleh Kementerian PKP. Kita akan menjaga governance bahwa hunian di tengah kota ini akan meng-address masyarakat-masyarakat berpenghasilan rendah yang sesuai kualifikasinya yang telah disyaratkan oleh pemerintah,” pungkas Bobby.

(AKM/NID/RAD)

Trending