Berita
Balita Meninggal Dunia saat Jalani Perawatan usai Mengungsi akibat Gempa NTT
Balita meninggal setelah kondisi kesehatannya menurun saat mengungsi akibat gempa Flores, NTT. Korban sempat dirawat di dua rumah sakit.
Nusa Tenggara Timur, MPN Indonesia 25 Agustus 2026 - Seorang balita meninggal dunia setelah kondisi kesehatannya menurun saat mengungsi akibat gempa yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.
Korban bernama Mario Calviano Guru (2), warga Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, meninggal dunia pada 20 Agustus 2026 setelah menjalani perawatan di RSUD Aeramo dan dirujuk ke RSUD Bajawa.
Kondisinya dilaporkan memburuk setelah mengalami demam tinggi dan kejang selama berada di lokasi pengungsian.
“Betul, balita tersebut meninggal tanggal 20 Agustus 2026,” kata Kapolres Ngada, AKBP Gede Harimbawa dalam keterangannya.
Kondisi Korban Menurun Selama Mengungsi
Mario mulai mengungsi bersama kedua orang tuanya sejak 15 Agustus 2026.
Keluarga memilih bertahan di kawasan Bukit Puta setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores.
Selama berada di pengungsian, kondisi kesehatannya terus menurun. Balita itu mengalami demam tinggi sebelum akhirnya mengalami kejang dan dilarikan ke fasilitas kesehatan.
“Karena kondisinya tidak bagus, akhirnya dirujuk ke RSUD Bajawa, Kabupaten Ngada. Namun, setelah mendapat perawatan, dia mengalami penurunan kondisi dan meninggal dunia,” ujar Gede.
Keterangan Keluarga Korban
Penanggung Jawab Posko Darurat Nagekeo, Johanes D. Kristianus, menjelaskan Mario merupakan warga Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.
Menurut Johanes, fasilitas di lokasi pengungsian saat itu masih terbatas. Pengungsi belum memiliki tenda maupun kelambu yang memadai ketika harus bertahan di kawasan Bukit Puta.
Keterangan serupa disampaikan anggota keluarga korban, Jack.
Ia menyebut Mario sebelumnya dalam kondisi sehat sebelum mengalami demam di lokasi pengungsian.
“Anak ini sebelumnya sehat dan sangat segar. Ia sakit karena terpapar dingin di pengungsian. Itulah yang membuat saya sangat terpukul,” ujar Jack.
Jack juga menyampaikan permintaan agar penanganan terhadap pengungsi segera diperkuat.
“Kami mohon bantuan segera. Ini situasi yang serius. Korban meninggal baru berusia dua tahun,” jelas Jack.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
