Connect with us

Berita

Update Korban Gempa NTT: 100 Orang Meninggal Dunia

Gempa NTT menewaskan 100 orang, melukai 1.603 jiwa, dan membuat 180.327 warga mengungsi. BNPB mencatat 73.818 rumah rusak.

Logompn

Published

on

Update Korban Gempa NTT 100 Orang Meninggal Dunia
Update Korban Gempa NTT 100 Orang Meninggal Dunia. Gambar: YouTube/BNPB Indonesia

Nusa Tenggara Timur, MPN Indonesia 25 Agustus 2026 - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 100 orang meninggal dunia hingga Senin (24/8).

Sebanyak 1.603 orang mengalami luka-luka, 180.327 jiwa mengungsi, dan puluhan ribu rumah rusak setelah bencana alam yang mengguncang Flores sejak Sabtu (15/8).

“Per hari ini yang meninggal dunia ada 100, kemudian luka-luka 1.603 jiwa, mengungsi 180.327 jiwa,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube BNPB Indonesia pada Selasa (25/8).

Suharyanto menjelaskan jumlah korban meninggal bertambah dibandingkan data sebelumnya.

Penambahan tersebut berasal dari korban yang sebelumnya mengalami luka berat dan menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

“Perlu kami tegaskan bahwa yang meninggal 100 ini adalah korban gempa yang semula luka berat, yang dirawat di fasilitas kesehatan, namun tidak berhasil diselamatkan,” ujar Suharyanto.

Ia mengatakan jumlah korban meninggal pada hari-hari awal pascagempa tercatat 48 orang. Hingga Senin (24/8), angka tersebut meningkat menjadi 100 orang.

“Yang semula di hari pertama, hari kedua ada 48 yang meninggal dunia, angka per hari ini total menjadi 100 yang meninggal dunia,” ucapnya.

Kerusakan Rumah dan Fasilitas Umum Masih Didata

Selain korban jiwa, BNPB mencatat kerusakan bangunan dalam jumlah besar. Pendataan masih berlangsung secara bertahap dari tingkat wilayah terkecil hingga tingkat nasional.

Data sementara menunjukkan sebanyak:

  • Rumah rusak: 73.818 unit
    • Rusak berat: 23.276 unit
    • Rusak sedang: 17.563 unit
    • Rusak ringan: 32.979 unit
  • Fasilitas umum rusak: 1.915 unit, meliputi:
    • Sekolah
    • Tempat ibadah
    • Kantor pemerintahan
    • Infrastruktur lainnya
Baca Juga:  Komeng Turun ke Posko Pengungsian, Tebar Tawa untuk Korban Banjir Sumatra Barat

“Data sementara rumah rusak ada 73.818 unit, terbagi dalam rusak berat 23.276 unit, rusak sedang 17.563 unit, dan rusak ringan 32.979 unit,” ujarnya.

Mengenai fasilitas umum, Suharyanto mengatakan kerusakan mencakup berbagai sarana pelayanan masyarakat.

“Fasilitas umum data sementaranya, yaitu sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, dan infrastruktur lainnya, ada 1.915 unit yang rusak,” ujarnya.

BNPB menyampaikan proses pendataan masih terus berlangsung. Data tersebut masih dapat berubah seiring masuknya laporan dari daerah terdampak.

“Tentu saja ini data sementara, seiring berjalannya waktu, data ini akan semakin lengkap. Data dikumpulkan secara berjenjang dari tingkat yang paling kecil, kampung, rukun tetangga, naik ke desa, kecamatan, kabupaten, hingga tingkat nasional, baik oleh BPS maupun oleh BNPB,” kata Suharyanto.

Ribuan Gempa Susulan Masih Terjadi di Flores

Di sisi lain, aktivitas gempa bumi susulan masih berlangsung di wilayah Flores.

Hingga hari kedelapan setelah gempa utama, BMKG mencatat telah terjadi 6.409 kali gempa susulan.

Kondisi tersebut membuat banyak warga di Nusa Tenggara Timur tetap memilih berada di lokasi pengungsian.

Sebagian warga belum kembali ke rumah meski bangunannya tidak mengalami kerusakan berat.

“Ini mengakibatkan sampai hari kedelapan terjadinya gempa Flores ini, masyarakat masih banyak yang takut sehingga tetap mengungsi di luar rumah meskipun rumah-rumahnya tidak terdampak atau rusak ringan,” imbuh Suharyanto.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending