Berita
AMPB Minta Maaf ke Driver Ojol usai Disebut Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta
AMPB minta maaf kepada driver ojol dan masyarakat Jabodetabek setelah rombongan massa asal Pati meninggalkan Jakarta usai audiensi dengan DPR RI.
MPN Indonesia 28 Agustus 2026 - Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyampaikan permintaan maaf kepada driver ojol dan masyarakat Jabodetabek setelah rombongan peserta demonstrasi dan aksi massa meninggalkan kawasan Gedung DPR RI, Jakarta, usai audiensi dengan pimpinan DPR RI pada Kamis (27/8).
Permintaan maaf itu disampaikan Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, serta anggota aktif AMPB Paijan Jawi alias Sutikno setelah muncul protes dari sejumlah pengemudi ojek online yang mengaku ditinggalkan tanpa koordinasi.
“Warga mengucapkan terima kepada seluruh masyarakat Indonesia terkhusus untuk temen temen ojol se Jabodetabek,” tulis Botok dalam keterangan unggahannya, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @paijan.jawi pada Jumat (28/8).
Keluhan dari para relawan ojek online muncul setelah rombongan asal Pati meninggalkan lokasi usai audiensi dengan pimpinan DPR RI.
Sejumlah relawan mengaku telah membantu pengawalan, membuka akses perjalanan, hingga mendukung kebutuhan logistik selama massa berada di Jakarta.
Permintaan Maaf AMPB
Paijan Jawi alias Sutikno mengatakan pihaknya telah berulang kali menyampaikan apresiasi kepada para pengemudi yang membantu perjalanan rombongan selama berada di Jakarta.
“Setiap perjalanan kita mengucapkan terima kasih Bang Ojol telah melindungi Mas Botok, mengawal, dan membukakan jalan,” ujar Paijan.
Ia juga meminta persoalan tersebut tidak berkembang menjadi perselisihan antara warga Pati dan komunitas pengemudi ojek online.
“Kalian saudara kami, mohon maaf, terima kasih. Kalau ada kekeliruan, warga Pati, kami minta maaf,” katanya.
Sementara itu, melalui unggahan di Facebook, Supriyono alias Botok turut menyampaikan apresiasi kepada para pengemudi ojol, masyarakat Jabodetabek, dan masyarakat Indonesia yang memberikan dukungan selama aksi berlangsung.
Selain mengucapkan terima kasih, ia juga meminta maaf apabila terdapat perkataan maupun tindakan dari massa yang kurang berkenan selama berada di Jakarta.
“Mohon maaf kalau ada perbuatan dan perkataan kami yang kurang berkenan saat kami tinggal di Jakarta. Terima kasih,” ungkapnya dan para anggota AMPB.
Alasan Massa Ditarik dari Lokasi Aksi
Botok menjelaskan keputusan menarik mundur rombongan dari depan Gedung DPR RI diambil karena kondisi di sekitar lokasi dinilai sudah tidak kondusif.
Menurutnya, sejak awal kedatangan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu ke Jakarta bertujuan menyampaikan aspirasi masyarakat secara damai, santun, dan sopan.
Ia menegaskan rombongan tidak memiliki niat menciptakan kerusuhan selama berlangsungnya demo di ibu kota.
Penjelasan tersebut disampaikan sebagai klarifikasi atas keputusan meninggalkan lokasi usai audiensi dengan pimpinan DPR RI.
Relawan Ojol Mengaku Kecewa
Kekecewaan disampaikan salah satu relawan, Melva Pardede.
Ia menilai kepulangan rombongan dilakukan tanpa koordinasi dengan para relawan yang sebelumnya ikut membantu.
Menurut Melva, para pengemudi ojek online telah memberikan dukungan selama aksi berlangsung, mulai dari pengawalan hingga membantu kebutuhan logistik.
“Hasilnya (audiensi) tidak memuaskan untuk seluruh masyarakat Indonesia, hanya untuk Pati saja memuaskan,” kata Melva kepada Suara.com di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Ia juga mempertanyakan keputusan rombongan yang langsung meninggalkan lokasi setelah audiensi.
“Balik duluan tanpa ada rasa terima kasih buat para driver ojol. Kalian luar biasa. Hanya karena rupiah kalian tinggalkan kami di sini,” tambah Melva.
Melva kemudian menyampaikan kekecewaannya terhadap situasi tersebut.
“Buat apa kami relawan kemarin membantu logistik kalau untuk hari ini seperti ini,” keluhnya.
Sebelum klarifikasi disampaikan, Melva meminta rombongan asal Pati segera menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pengemudi yang merasa kecewa.
“Saudaraku Pati, kami warga Jakarta merasa diberaki oleh kalian, kalian main pulang saja setelah dari dalam,” ujar Melva di depan Gedung DPR RI, Kamis (27/8/2026).
Ia juga menyampaikan peringatan apabila rombongan kembali datang ke Jakarta karena tuntutan terkait RUU Perampasan Aset belum disahkan DPR.
“Kalau kalian datang lagi karena belum disahkan RUU itu, jangan menginjak lagi Jakarta,” tegasnya.
Relawan kemudian memberikan batas waktu kepada rombongan untuk menyampaikan permintaan maaf.
“Satu kali 24 jam kalian enggak minta maaf, jangan harap kalian menginjak Jakarta. 1×24 jam kami tunggu minta maaf,” tegasnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
