Connect with us

Berita

Kebakaran di Hutan Gunung Batur Bali, Lahan Seluas 2 Hektare Hangus

Kebakaran Gunung Batur melanda TWA Gunung Batur di Kintamani, Bangli, Bali. Sekitar 2 hektare lahan semak dan cemara hutan hangus terbakar.

Logompn

Published

on

Kebakaran di Hutan Gunung Batur Bali, Lahan Seluas 2 Hektare Hangus
Kebakaran di Hutan Gunung Batur Bali, Lahan Seluas 2 Hektare Hangus. Gambar: X/@PolresBangli

Bali, MPN Indonesia 31 Agustus 2026 - Kebakaran hutan melanda kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur, Blok Seked, Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, pada Minggu (30/8).

Peristiwa kebakaran ini menghanguskan sekitar 2 hektare lahan yang ditumbuhi semak belukar dan cemara hutan.

Api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 12.00 Wita sebelum dilaporkan kepada petugas dan dipadamkan oleh tim gabungan.

“Api pertama kali dilihat oleh warga muncul dari semak belukar yang kemudian merambat membakar pohon kayu tiblun (timbalun) dan pohon cemara hutan,” kata Kepala Seksi Humas Polres Bangli Iptu I Gede Gumiliarta dalam keterangannya.

Api Muncul dari Semak Belukar

Kebakaran terjadi di kawasan TWA Gunung Batur, tepatnya di Blok Seked, Desa Batur Selatan.

Seorang warga, Ni Wayan Serini, menjadi orang pertama yang mengetahui adanya kepulan asap dan kobaran api di lokasi.

Setelah menerima laporan, personel Polres Bangli, Polsek Kintamani, serta petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) menuju lokasi sekitar pukul 12.15 Wita untuk melakukan pemadaman.

“Pukul 12.15 Wita, personel Polres Bangli, Polsek Kintamani, dan petugas KPHK (Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi) sudah berada di tengah hutan untuk memadamkan api,” kata Kapolres Bangli AKBP Anggun Adhika Putra.

Proses Pemadaman Melibatkan Tim Gabungan

Upaya pemadaman dilakukan menggunakan berbagai peralatan untuk mencegah kobaran api meluas ke area lain.

Dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Bangli tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 Wita.

Petugas juga menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan membuat ilaran atau sekat api sebagai langkah pencegahan agar api tidak kembali menyebar.

Baca Juga:  Kebakaran di Pademangan Renggut Nyawa Ayah dan Anak, Ibu Alami Luka Bakar Serius

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 Wita. Untuk mencegah api kembali menyala, petugas juga membuat sekat api di sekitar lokasi,” ujar Gumiliarta.

Dalam proses penanganan, asap tebal sempat mengganggu jarak pandang di sekitar kawasan.

Kepolisian menerapkan sistem buka-tutup arus lalu lintas di jalur sekitar TWA Gunung Batur hingga kondisi dinilai aman.

Dugaan Penyebab Masih Didalami

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, dugaan mengarah pada kelalaian manusia yang diperparah kondisi cuaca panas dan angin kencang.

“Untuk penyebab awal diduga karena kelalaian masyarakat, ditambah cuaca panas dan kencangnya angin sehingga api cepat membesar dan merambat,” kata Gumiliarta.

Kapolsek Kintamani Kompol I Made Dwi Puja Rimbawa juga menyampaikan dugaan awal serupa.

“Dugaan awal pemicunya adalah kelalaian warga atau pengguna jalan yang membuang puntung rokok sembarangan di semak belukar kering,” ujar Kompol Rimbawa, dalam keterangan terpisah.

AKBP Anggun Adhika Putra mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah maupun puntung rokok di kawasan Gunung Batur.

“Ditambah cuaca panas dan angin kencang, percikan kecil dari pembakaran sampah atau puntung rokok bisa langsung menjadi kobaran besar. Sebelumnya Blok Seked juga terbakar pada 11 Agustus 2026,” imbuhnya.

Peristiwa kebakaran hutan ini merupakan kejadian kedua di lokasi yang sama selama Agustus 2026. Sebelumnya, kawasan Blok Seked juga mengalami kebakaran pada 11 Agustus 2026.

“Lokasi kebakaran merupakan kejadian yang kedua kalinya, sebelumnya terjadi pada 11 Agustus 2026,” kata Gumiliarta.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending