Berita
Gunung Semeru Erupsi Minggu Pagi, Luncurkan Abu hingga 1000 Meter
Gunung Semeru erupsi dengan kolom abu sekitar 1.000 meter. Aktivitas masih terjadi 4–5 kali per jam dan status tetap Level III Siaga.
Jawa Timur, MPN Indonesia 7 September 2026 - Gunung Semeru kembali mengalami erupsi gunung berapi pada Minggu (6/9) pukul 07.51 WIB di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur.
Peristiwa ini terjadi saat status gunung masih berada pada Level III atau Siaga. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 102 detik.
“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 07:51 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 1000 m di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 102 detik,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dikutip MPN Indonesia melalui laman resmi Magma Indonesia, Senin (7/9).
Kolom abu hasil letusan terpantau berwarna putih hingga kelabu. Intensitasnya teramati tebal dengan arah sebaran ke timur.
Aktivitas Vulkanik Masih Didominasi Letusan Kecil
Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru melaporkan aktivitas vulkanik masih didominasi letusan kecil. Dalam satu jam, tercatat sekitar empat hingga lima kali erupsi.
“Untuk aktivitas Gunung Semeru masih didominasi erupsi/letusan kecil seperti biasa, di mana saat ini per jam terjadi 4 sampai 5 kali letusan atau erupsi,” tulis keterangan PPGA Semeru dalam keterangannya.
Erupsi tersebut melontarkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak Mahameru atau mencapai sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).
“Kolom abu teramati setiap erupsi dengan tinggi sampai dengan 1.000 meter,” tambah keterangan PPGA Semeru.
Kalaksa BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan kondisi erupsi masih berada dalam kategori aman. Meskipun demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.
“Masih dalam kondisi aman,” ujar Gatot.
Ia menambahkan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan gunung belum terganggu. Namun, warga tetap diminta mematuhi batas aman yang telah ditetapkan.
“Masih tidak mengganggu aktivitas warga sekitar, namun ada batasan jarak yang harus diwaspadai,” tambahnya.
Wilayah yang Harus Dihindari Selama Erupsi Gunung Berapi
Warga diminta tidak memasuki kawasan yang berpotensi terdampak erupsi.
Masyarakat diminta menghindari wilayah berikut:
- Sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
- Area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
- Radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan lontaran batu pijar.
Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar.
Potensi tersebut dapat terjadi di aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak gunung.
Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi:
- Besuk Kobokan.
- Besuk Bang.
- Besuk Kembar.
- Besuk Sat.
- Sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
“Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” ujar Sigit.
Kebakaran Hutan Masih Berlangsung di Kawasan Jawa Timur
Data Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mencatat luas kawasan hutan yang terbakar telah mencapai lebih dari 3.000 hektare. Titik api juga dilaporkan terus meluas.
Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas pendakian. Balai Besar TNBTS masih menutup jalur pendakian Gunung Semeru akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di lereng gunung.
Aktivitas erupsi gunung berapi terus dipantau oleh petugas, sementara masyarakat diminta mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan selama aktivitas vulkanik dan bencana alam di kawasan Jawa Timur masih berlangsung.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
