Connect with us

Internasional

Menhan Rusia dan Kim Jong Un Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Militer

Kim Jong Un dan Menteri Pertahanan Rusia sepakat mempererat kerja sama militer di tengah tuduhan dukungan Korea Utara untuk konflik Ukraina.

Arthur

Published

on

Menhan Rusia dan Kim Jong Un Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Militer
Menhan Rusia dan Kim Jong Un Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Militer. Gambar : Reuters

MPN Indonesia 1 Desember 2024 - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov mengadakan pertemuan pada Jumat (29/11), di mana keduanya sepakat untuk mempererat kerja sama militer antara kedua negara.

Media pemerintah Korea Utara, KCNA, melaporkan hal ini pada Sabtu (30/11).

Latar Belakang Pertemuan

Pertemuan ini berlangsung di tengah tuduhan Amerika Serikat dan Korea Selatan bahwa Korea Utara telah mengirim lebih dari 10.000 tentara untuk membantu Rusia dalam konflik di Ukraina.

Para analis menilai bahwa Kim Jong Un berupaya memperoleh teknologi militer canggih serta pengalaman tempur sebagai imbalan atas dukungan tersebut.

Saat berdiskusi dengan Belousov, Kim Jong Un dan Menteri Pertahanan Rusia mengecam langkah negara-negara Barat yang mendukung Ukraina.

Mereka menganggap penggunaan persenjataan Barat oleh Ukraina sebagai bentuk intervensi militer langsung dalam konflik tersebut.

“Merupakan hak membela diri bagi Rusia untuk mengambil tindakan tegas dan membuat pasukan musuh membayar harganya,” tegas Kim Jong Un.

Perjanjian Strategis

Pertemuan ini merupakan lanjutan dari perjanjian strategis yang sebelumnya ditandatangani oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kim Jong Un pada Juni 2024.

Kesepakatan tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk saling memberikan bantuan militer tanpa penundaan jika terjadi serangan, serta bersatu melawan sanksi Barat.

Media KCNA menyebut kunjungan Belousov ke Pyongyang memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan pertahanan kedua negara.

KCNA juga menyoroti bahwa kerja sama militer ini didasarkan pada hubungan persahabatan yang saling menguntungkan.

Belousov menyampaikan apresiasinya atas hubungan yang semakin erat antara Rusia dan Korea Utara, seraya memuji kebijakan luar negeri Pyongyang yang dianggap independen dan tegas.

Baca Juga:  Rusia Dihantam Tsunami usai Diguncang Gempa Terdahsyat sejak 1952

Implikasi Kerja Sama

Para ahli menilai bahwa kerja sama ini membuka peluang baru bagi Korea Utara untuk memperkuat posisinya dalam kebijakan luar negeri, terutama melalui keterlibatannya dalam konflik di Ukraina.

Dengan memberikan dukungan militer, Korea Utara tidak hanya membantu ekonomi perang Rusia, tetapi juga memperluas pengaruhnya sebagai pemasok senjata, tenaga kerja, dan dukungan strategis.

“Rusia menawarkan akses ke sumber daya alam yang melimpah, seperti minyak dan gas, yang dapat memberikan keuntungan besar bagi Korea Utara,” kata Hong Min, analis senior dari Institut Korea untuk Penyatuan Nasional.

Hong menambahkan bahwa Belousov berperan penting dalam memastikan kerja sama jangka panjang antara kedua negara, terutama dalam strategi militer, penghindaran sanksi, dan upaya rekonstruksi pascaperang.

Sejarah Hubungan Militer

Rusia dan Korea Utara telah meningkatkan hubungan militer mereka sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.

Kedua negara berada di bawah tekanan sanksi internasional—Korea Utara karena program senjata nuklirnya, sementara Rusia karena konfliknya di Ukraina.

Trending