Connect with us

Viral

Update Gunung Anak Krakatau Hari Ini: Ada Daratan Baru Seluas 30,3 Hektare Diduga Cucu Krakatau 

Daratan baru seluas 30,3 hektare muncul di dekat Gunung Anak Krakatau akibat akumulasi material vulkanik. Benarkah menjadi cikal bakal cucu Krakatau?

Logompn

Published

on

Update Gunung Anak Krakatau Hari Ini Ada Daratan Baru Seluas 30,3 Hektare Diduga Cucu Krakatau 
Update Gunung Anak Krakatau Hari Ini Ada Daratan Baru Seluas 30,3 Hektare Diduga Cucu Krakatau. Gambar: TikTok/@yodistar

MPN Indonesia 24 September 2026 - Daratan baru seluas sekitar 30,3 hektare muncul di dekat gunung Anak Krakatau, tepatnya di antara Pulau Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung, Lampung Selatan.

Daratan tersebut terbentuk dari akumulasi material vulkanik hasil erupsi yang terjadi selama periode peningkatan aktivitas gunung api sejak statusnya dinaikkan menjadi Level III (Siaga) pada 2 Juli 2026.

“Oh iya, memang benar,” ujar Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau, Suwarno dalam  keterangannya pada Rabu (23/9).

Suwarno mengatakan daratan tersebut tidak terbentuk secara tiba-tiba setelah erupsi terakhir.

Material vulkanik mulai menumpuk seiring meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau dalam beberapa waktu terakhir.

“Ya, hasil dari letusan kemarin itu. Kurang lebih 30,3 hektare,” ujar Suwarno.

Dugaan Cucu Krakatau Belum Dapat Dipastikan

Kemunculan daratan baru memunculkan dugaan di masyarakat. Salah satunya anggapan bahwa daratan tersebut merupakan cikal bakal gunung api baru atau yang kerap disebut sebagai “cucu” Krakatau.

Namun, Suwarno menegaskan belum ada dasar untuk memastikan hal tersebut.

“Ya, enggak jugalah, enggak,” ujarnya.

Menurut Suwarno, sistem saluran magma masih berada di bawah permukaan Gunung Anak Krakatau.

Kemunculan daratan baru belum dapat dijadikan bukti adanya saluran magma baru.

“Ya, namanya magma gitu kan, dia mencari celah-celah yang lebih ringan akan keluar,” ujarnya.

Ia mengatakan kondisi di bawah permukaan bumi belum dapat diketahui hanya dari material yang muncul di permukaan.

“Enggak tahu juga gitu kan, namanya di dalam, di dalam bumi kita enggak tahu,” ujarnya.

Hingga kini, belum diketahui apakah terdapat pergerakan magma menuju lokasi daratan baru tersebut.

Material yang membentuk daratan masih diperkirakan berkaitan dengan saluran utama Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga:  Mayat Pria Ditemukan di Pulau Enggano, Polisi Cocokkan DNA dengan 5 Jurnalis Hilang

“Kalau masalah akan keluar cucunya, belum kita ketahui,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD) 



MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending