Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada 18 Oktober 2026. Kolom abu mencapai 500 meter di atas puncak. Berikut rincian letusan dan kondisi gunung.
Gunung Anak Krakatau erupsi berulang pada 9 Oktober 2026 hingga statusnya naik menjadi Siaga. Badan Geologi melarang aktivitas dalam radius 5 kilometer.
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada 8 Oktober 2026. Status belum naik dari Level II Waspada dan warga dilarang mendekati kawah sejauh 2 km.
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada 8 Oktober 2026. Status masih Level II Waspada dan masyarakat dilarang mendekati kawah dalam radius 2 km.
Gunung Anak Krakatau erupsi dua kali pada Senin malam. Abu vulkanik mencapai ketinggian sekitar 2,7 kilometer dan bergerak ke arah barat laut.
Daratan baru dan dua gumuk pulau kecil muncul di sekitar Anak Krakatau. PVMBG mengaitkannya dengan material erupsi yang mengendap.
Daratan baru seluas 30,3 hektare muncul di dekat Gunung Anak Krakatau akibat akumulasi material vulkanik. Benarkah menjadi cikal bakal cucu Krakatau?
Status Gunung Anak Krakatau turun dari Level III Siaga menjadi Level II Waspada. Badan Geologi meminta masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 2 km.
Simak 3 link untuk memantau sebaran abu vulkanik Anak Krakatau, termasuk citra satelit BMKG dan kanal informasi pendukung.
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Rabu (9/9) pukul 00.47 WIB dengan amplitudo maksimum 51 mm dan durasi 28 detik.