Connect with us

Viral

Satu Kru Kapal Ditemukan, Operasi SAR Jurnalis yang Hilang Tak Dibuka Lagi

Jenazah kru KM Arupadatu ditemukan di Pulau Enggano dan teridentifikasi sebagai Surakman. Basarnas memastikan operasi SAR tidak dibuka kembali.

Logompn

Published

on

Kru Kapal Ditemukan, Operasi SAR Jurnalis yang Hilang Tak Dibuka Lagi
Kru Kapal Ditemukan, Operasi SAR Jurnalis yang Hilang Tak Dibuka Lagi. Gambar: Instagran/@kantorsar_banten

MPN Indonesia 24 September 2026 - Penemuan jenazah kru KM Arupadatu I di Pulau Enggano, Bengkulu, memastikan identitas salah satu korban dalam insiden hilangnya rombongan jurnalis di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.

Operasi SAR Tidak Dibuka

Meski identifikasi telah dilakukan, Basarnas menyatakan operasi SAR tidak akan dibuka kembali setelah pencarian resmi berakhir pada hari ke-10.

“Secara aturan pencarian kami itu terlaksana selama 7 hari. Dalam 7 hari kita sudah perpanjang 3 hari. Di 7 hari itu kita menemukan jenazah pada tanggal 12. Nah, sampai tanggal 14 setelah evaluasi kita perpanjang 3 hari. Setelah 3 hari itu tidak ada tanda-tanda korban,” ujar Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad dalam konferensi pers, Rabu (23/9).

Keputusan tersebut disampaikan setelah jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano pada Sabtu (12/9) dipastikan merupakan Surakman (60), seorang ABK kapal yang membawa rombongan peliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Basarnas tetap melanjutkan penyebaran informasi kepada berbagai pihak melalui e-broadcast dan maklumat pelayaran.

“Jadi e-broadcast yang kita lakukan ini termasuk pemapelan itu, kami libatkan dengan VTS, termasuk stasiun radio pantai, termasuk para nelayan, termasuk para masyarakat yang di sekitar pesisir, warga pesisir di sekitar Lampung, dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda disampaikan di informasi tersebut. Termasuk transportasi yang melintas wilayah sekitar lokasi kejadian,” tutur Al Amrad.

Kronologi Hilangnya Rombongan Jurnalis

Rombongan jurnalis berangkat dari Dermaga Carita, Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9).

Kapal kemudian dinyatakan hilang kontak saat berada di perairan Selat Sunda.

Menurut penjelasan Basarnas sebelumnya, posisi hilang kontak terjadi pada pukul 14.42 WIB di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga:  Diimingi Uang 50 Ribu, Remaja Berkebutuhan Khusus Dicabuli Pedagang Asongan

Estimasi perjalanan menuju lokasi liputan sekitar dua jam.

Operasi pencarian berlangsung selama 10 hari dengan melibatkan penyisiran di wilayah:

  • Perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
  • Perairan Provinsi Banten.
  • Perairan Provinsi Lampung.
  • Perairan Provinsi Bengkulu.
  • Pulau Enggano dan pulau-pulau di sekitar area pencarian.

Selama pencarian tersebut, satu-satunya temuan adalah jenazah yang kemudian teridentifikasi sebagai Surakman, ABK kapal pengangkut rombongan jurnalis.

Koordinasi Dilanjutkan di Wilayah Pesisir

Setelah pencarian resmi dihentikan, Basarnas Banten tetap melakukan koordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu dan Lampung.

Pemantauan juga melibatkan masyarakat pesisir serta nelayan.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu dan Kantor SAR Lampung untuk wilayah pesisir dan para nelayan yang ada di sekitar. Hingga saat ini, Bengkulu masih melaksanakan koordinasi dan itu nihil, termasuk yang di wilayah Lebak,” ujar Al Amrad.

Basarnas menyatakan hingga penyampaian konferensi pers belum terdapat laporan mengenai penemuan objek maupun jenazah lain yang berkaitan dengan rombongan tersebut.

(AKM/NID/RAD) 



Trending